putubayong.blogspot.com

Kamis, 05 Desember 2013

laporan particle density



 Laporan praktikum dasar-dasar
   Ilmu tanah
             
LAPORAN PARTICLE DENSITY

 NAMA               : PUTU EKA IRAWAN
                                    NIM                   : G111 13 513
                                    KELOMPOK    : 15








LABORATORIUM ILMU TANAH
JURUSAN ILMU TANAH
FAK.PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
201I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Salah satu cara mengutarakan berat tanah adalah yang di sebut particle density. Dapat didefenisikan sebagai berat suatu volume kepadatan tanah. Jelasnya yang dimaksud tanah disini adalah volume tanah saja, jadi tidak termasuk volume ruang-ruang yang terdapat antara partikel (ruang pori).
Tanah yang terbentuk di permukaan bumi baik secara langsung maupun tidak langsung berkembang dari mineral batu-batuan. Semua itu terjadi dengan melalui proses pelapukan baik fisik maupun kimia dengan bantuan atmosfer.
Kandungan bahan mineral sangatlah mempengaruhi berat jenis butiran dari tanah. Berat dari satuan-satuan volume fase tanah dapat didefenisikan sebagai berat jenis butiran atau particle density. Volume yang dimaksudkan adalah volume tanah sendiri tanpa  memperhitungkan pori-pori tanah.
Kondisi fisik tanah sangat menentukan aerase, drainase, dan nutrisi tanaman. Sifat fisik tanah juga berpengaruh oleh sifat kimia dan biologi tanah, di mana sifat-sifat fisik tanah tergantung pada jumlah, ukuran, bentuk, susunan, dan komposisi mineral dari partikel-partikel tanah, macam dan jumlah bahan organik, volume dan bentuk pori-pori pada waktu tertentu.
Beberapa sifat fisik yang sangat penting adalah Bulk Density, Particle Density, dan Porositas. Bahan organik memperkecil berat isi tanah karena bahan organik jauh lebih ringan daripada bahan mineral. Di samping itu bahan organik tanah dapat memperbesar porositas tanah.
Particle Density tiap jenis tanah yaitu konstan dan tidak bervariasi dengan jumlah ruang antara partikel-partikel porositas. Perbedaan kerapatan zarah atau partikel di antara jenis-jenis tanah tidak terlalu besar, kecuali terdapat variasi yang besar di dalam kandungan bahan organik dan komposisi dari mineral tanah.
Particle Density dapat menggambarkan partikel-partikel tanah. Hal tersebut bergantung dari berat partikel tanah dan perhitungan volumenya. Berat jenis butiran itu mengandung mineral atau bahan organik. Di samping itu, penting juga diketahui dalam menetapkan gerak air dalam tanah, di mana porositas berhubungan dengan permeabilitas untuk menentukan gerak air.
Berdasarkan uraian di atas maka penting dilakukan percobaan terhadap pengamatan partikel density pada tanah perkebunan sehingga dapat diketahui partikel-partikel tanah yang terkandung dan jenis tanaman yang cocok untuk jenis tanah tersebut.
1.2. Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum Particle Density adalah untuk menentukan nilai Particle Density pada sampel tanah Alfisol.
Kegunaan dari praktikum Particle Density adalah untuk mengetahui pengolahan tanah lebih lanjut serta penentuan varietas tanaman apa saja yang dapat ditanam pada daerah (tanah) tersebut.


II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Partikel Density
Particle Density adalah berat suatu volume kepadatan tanah. Jelasnya yang dimaksud dengan tanah disini adalah volume tanah saja, jadi tidak termasuk volume ruang-ruang yang terdapat diantara partikel (ruang pori).Tanah mineral mempunyai Particle Density = 2,65 g/cm3. Dengan mengetahui besarnya Bulk Density dan Particle Density maka dapat dihitung banyaknya pori-pori total tanah (Hardjowigeno, 2003).
Menentukan Particle Density tanah harus memperhatikan pada partikel-partikel tanah. Untuk kebanyakan tanah mineral-tanah mineral, rata-rata Particle Densitynya adalah 2,65 gr/cm3. Perbedaan Particle Density di antara jenis-jenis tanah tidak begitu besar, kecuali terdapat variasi yang besar di dalam kandungan bahan organik dan komposisi mineral tanah (Hakim, 1986).
Dalam menentukan Particle Density, pertimbangan diberikan kepada partikel padat saja. Jadi, Particle Density adalah konstan dan tidak bervariasi dengan jumlah ruangan antar partikel. Kerapatan ini didefinisi sebagai massa (bobot) per unit volume partikel tanah (kerapatan tanah) dan sering dinyatakan sebagai gram per sentimeter kubik. Untuk banyak tanah mineral, kerapatan partikel akan mempunyai rata-rata sekitar 2,6 gram per sentimeter kubik. Kerapatan ini sangat tidak beranekaragam dalam kandungan bahan organik atau komposisi mineral (Foth, 1994).
Karena berat bahan organik lebih kecil dari berat benda padat tanah mineral yang lain dalam volume yang sama, jumlah bahan organik dalam suatu tanah jelas mempengaruhi kerapatan butir. Akibatnya, tanah permukaan biasanya kerapatan butirnya lebih kecil dari subsoil. Topsoil yang banyak mengandung bahan organik kerapatan butirnya menurun sampai 2,4 (Buckman dan Brady, 1982).
2.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Partikel Density
Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi proses particle density yaitu kadar air , tekstur tanah , stuktur tanah,  topografi dan bahan organik ,kelima faktor ini sangat berpengaruh dalam proses particle density  dan sangat berhubungan erat satu sama lainnya ,dan faktor- faktor ini memiliki peranan yang amat penting .sehingga dapat kita menarik kesimpulan bahwa semua tanpa adanya pengaruh kadar air maka proses particle density tidak berlangsung karena air sanga mempengaruhi volume kepadatan tanah, dan jika partikel density tidak dipengaruhi oleh tekstur dan stuktur maka volume kepadatan tanah tidak kita ketahui karena tanah tersususn oleh fraksi pasir, fraksi liat dan fraksi debu sehingga untuk mengetahui volume kepadatan tanah sangat dipengaruhi oleh tekstur dan sturktur  selain itu kandungan bahan organic di dalam tanah mempengaruhi volume kepadatan tanah. (Hanafiah ,2005).
Tanah yang memiliki kandungan bahan organic yang banyak tentulah sangat berbedah volume kepadatan tanahnya bila dibandingkan tanah yang memiliki  kandungan bahan organic yang sedikit selain itu topografi juga sangat mempengaruhi volume kepadatan tanah jika tanah yang terletak pada topografi yang curam maka kemampuan untuk mengikat air itu lebih rendah dibandingkan tanah yang terletak pada topografi yang datar (Hanafiah ,2005).
2.3.  Hubungan Partikel Density dengan kesuburan tanaman
Peranan yang besar dari nilai partikel density yaitu menjadi salah satu faktor pembatas dari pengolahan tanah suatu lahan pertanian. Dimana partikel density yang terlalu rendah  adalah tidak baik untuk media bercocok tanam. Nilai besaran partikel density dipengaruhi oleh adanya bahan organic, seperti mineral peyusunnya serta komposisi padatan tanah. Tanah yang banyak mengandung bahan organic akan kecil nilai partikel densitynya (Kemas, 2007).
Particle density sangatlah mempengaruhi pertumbuhan tanaman, semakin kecil nilai particle density maka makin sedikit ruang pori suatu jenis tanah yang secara otomatis mempengaruhi aktivitas tanaman dalam mencari unsur hara dalam tanah. (Anonim 2011)









III. METODOLOGI
3.1. Tempat dan Waktu
Praktikum Particle Density dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin Makassar pada hari Kamis, 21 November 2013, pada pukul 15.30 WITA – selesai.
3.2. Alat dan Bahan
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum Particle Density adalah neraca, labu ukur 100 ml, hot plate, botol semprot.
bahan-bahan yang digunakan Sedangkan pada praktikum Particle Density adalah sampel tanah utuh, aquadest, dan kertas label.
3.3. Prosedur Kerja
Adapun langkah-langkah kerja dari praktikum particle density yaitu :
1.      Timbang labu kosong (x gram)
2.      Isikan tanah kering udara sekitar 50 gram ke dalam labu ukur.
3.      Kemudian timbang beserta labunya dan koreksi dengan kadar lengas tanahnya (Y= bobot labu kosong + tanah kering oven)
4.      Tambahkan air kurang lebih setengahnya sambil membilas tanah yang menempel di leher labu.
5.      Untuk mengusir udara yang terjerat didalam tanah, labu dididihkan beberapa menit
6.      Dinginkan labu beserta isinya sampai mencapai suhu ruangan, kemudian tambahakan air dingin yang telah didihkan sampai batas volume, lalu timbang
(Z gram)
7.       Keluarkan isi labu ukur, cuci, kemudian isi dengsn air dingin yang telah didihkan sampai batas volume. Timbang (A gram) atau (no 7) tidak usah dilakukan bila labu ukurnya telah diketahui ukuran volumnya, misal 100 ml dengan merubah rumus berat jenis.
8.       Menghitung Particle Density dengan persamaan :
PD/BJ (gr.cm-3) = 
KETERANGAN :            Y = berat labu kosong + tanah kering oven
                                          X = berat labu kosong (vol.labu 100 ml)
                                          Z = berat labu berisi (tanah + air) sampai garis batas
                                          A = berat labu air dingin, sampai garis batas
                                          d = kerapatan air pada saat pengamatan =1




IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Adapun hasil yang diperoleh berdasarkan praktikum Particle Density adalah sebagai berikut.
Tabel 6: Data Perhitungan Nilai Particle Density pada tanah Alfisol.
Jenis Tanah
Particle Density (gr/cm3)
Sampel tanah utuh (lapisan I)
3,07 gr/cm3
  Sumber : Data Primer setelah Diolah,2013.
4.2. Pembahasan
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, tanah sampel memiliki nilai Particle Density sebesar 3,07 gr/cm3. Hal ini disebabkan karena kandungan bahan organik tanah tersebut tinggi, karena semakin besar bahan organik suatu tanah, maka nilai Particle Densitynya semakin rendah. Hal ini sesuai dengan pendapat Buckman dan Brady (1982) yang menyatakan bahwa karena berat bahan organik lebih kecil dari berat benda padat tanah mineral yang lain dalam volume yang sama, jumlah bahan organik dalam suatu tanah jelas mempengaruhi kerapatan butir. Akibatnya, tanah permukaan biasanya kerapatan butirnya lebih kecil dari sub soil.Top soil yang banyak mengandung bahan organik kerapatan butirnya menurun sampai 2,4 atau bahkan lebih rendah. Jadi, apabila suatu tanah seperti pada tanah sampel  memiliki nilai Particle Density yang rendah, maka bahan organik yang dikandungnya tinggi.
Tanah ini juga memiliki teksutur yang halus. Hal ini sesuai dengan pendapat Foth (1994) yang menyatakan bahwa Particle Density dipengaruhi oleh tekstur tanah. Semakin halus tekstur suatu tanah, maka semakin tinggi pula nilai Particle Densitynya dan sebaliknya, semakin kasar tekstur suatu tanah, maka Particle Densitynya semakin rendah.
Kadar air dari tanah ini pun baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Hardjowigeno (2003) yang berpendapat bahwa semakin baik kadar air dari suatu tanah maka kandungan bahan organik dan mineral tanahnya juga akan semakin banyak sehingga nilai Particle Densitynya rendah.
           












V. SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Pada lapisan profil tanah utuh memiliki nilai Particle Density sebesar 3,07 gram/cm3.
2.      Faktor – faktor yang mempengaruhi proses particle density yaitu kadar air , tekstur tanah , stuktur tanah,  topografi dan bahan organic serta pengolahan tanah.Makin tinggi kepadatan tanah maka tinggi bulk density-nya dan juga tanah organiknya yang lebih rendah dari pada tanah mineralnya.
5.2. Saran
Berdasarkan dari pengamatan yang telah dilakukan, tanah tersebut memiliki nilai Particle Density yang tinggi sehingga kurang cocok untuk pertanian. Jadi, sebaiknya tanah tersebut diolah secara intensif, yaitu dengan penambahan pupuk kandang dalam jumlah yang besar dan penambahan rumput bluegrass karena penambahan pupuk dalam jumlah besar tersebut merendahkan kerapatan massa tanah.





DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2011. http://www.scribd.com/doc/57926062/Laporan-Particle-Density.    Diakses pada tanggal 8 November 2011, Makasar.

Buckman dan Brady, 1982. Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara, Jakarta

Foth, Hendry D., 1994. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Erlangga, Gajah Mada University Press, Yogyakarta

Hakim, N., M. Yusuf Nyakpa, A. M. Lubis, Sutopo Ghani Nugroho, M. Amin Diha, Go Ban Hong, H. H. Bailey, 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung, Lampung
Hanafiah. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah .PT Rajagrafindo:  Jakarta.
Kemas . 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Erlangga. Jakarta
Hardjowigeno, H. Sarwono., 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Pressindo, Jakarta.












LAMPIRAN


Perhitungan Particle Density pada tanah Alfisol

Dik : berat labu kosong + tanah kering oven (y) = 106
         berat labu kosong (vol.labu 100 ml) (x) = 55,8
        berat labu berisi (tanah + air) sampai garis batas (z) = 171
       berat labu air dingin, sampai garis batas (a) =184,2
       kerapatan air pada saat pengamatan =1 (d) = 1
Penyelesaian :

                  PD/BJ (gr.cm-3) = 
                  PD/BJ (gr.cm-3) =
                 PD/BJ (gr.cm-3) =


          
           
                       
      











Rabu, 04 Desember 2013

Minggu, 01 Desember 2013

Kamis, 28 November 2013

struktur, stratifikasi, dan perubahan sosial



Struktur,stratifikasi,dan perubahan sosial

struktur sosial diartikan sebagai suatu skema penempatan nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai agar organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan dapat berfungsi dan kepentingan setiap bagian dapat berjalan dalam jangka waktu yang relatif lama. Dari skema inilah, dapat diketahui bahwa masyarakat sebagai organisme sosial tertinggi mempunyai fungsi yang paling umum. Fungsi umum itu hanya dapat dilaksanakan dengan baik jika komponen-komponen dan sub organ yang ada di dalamnya bekerja dengan baik pula.

 Mengacu pada pengertian dan jenis struktur sosial, secara umum masyarakat dapat diklasifikasikan ke dalam pengelompokan secara horizontal (diferensiasi sosial) dan secara vertikal (stratifikasi sosial).

Nilai-nilai sosial budaya dalam struktur sosial terdiri atas ajaran agama, ideologi, dan kaidah-kaidah moral serta peraturan sopan santun yang dimiliki suatu masyarakat. Setiap satuan nilai memiliki tempat dan peranan tersendiri. Demikian juga kelompok-kelompok atau komponen-komponen sosial yang beragam, juga mengemban tugas yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Setiap komponen dari struktur sosial tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi secara bersama-sama saling mengisi dan melengkapi. Semua kegiatan itu pada akhirnya disatupadukan oleh organisasi besar yang disebut masyarakat.

Kehidupan manusia berbeda-beda sesuai dengan jalan hidup masing-masing dan setiap manusia bebas memilih jalan hidupnya sendiri. Kehidupan manusia dalam lingkup yang kecil antara satu sama lain akan terlihat perbedaannya, seperti lingkungan masyarakat rukun tetangga (RT) Kelurahan B di Kota Y. Anggota masyarakatnya di satu pihak memiliki banyak kesamaan, di pihak lain memiliki banyak perbedaan, dalam hal kedudukan yang diperankan melalui profesi masing-masing. Perbedaan-perbedaan yang dimiliki setiap anggota masyarakat merupakan diferensiasi sosial. Dengan kata lain, diferensiasi sosial adalah pengelompokan masyarakat ke dalam atribut secara horizontal, seperti ras, etnis atau suku bangsa, klan, agama, profesi, dan jenis kelamin.Diferensiasi sosial dapat juga berlandaskan status sosial, dalam arti setiap unsur sosial tersebut statusnya sama atau sederajat.

Stratifikasi sosial berasal dari kiasan yang menggambarkan keadaan kehidupan masyarakat.Sistem lapisan dalam masyarakat terjadi dengan sendirinya sesuai dengan pertumbuhan masyarakat yang bersangkutan. Akan tetapi, lapisan atau stratifikasi sosial ini dapat terjadi dengan sengaja yang disusun untuk tujuan bersama. Alasan terbentuknya lapisan masyarakat tanpa disengaja, seperti tingkat kepandaian seseorang, usia, dekatnya hubungan kekerabatan dengan orang yang dihormati, atau mungkin harta yang dimiliki seseorang, bergantung pada masyarakat yang bersangkutan dalam memegang nilai dan norma sosial, sesuai dengan tujuan masyarakat itu sendiri.

Stratifikasi sosial yang dibentuk dengan sengaja, berhubungan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang secara resmi dalam organisasi-organisasi formal, seperti organisasi pemerintahan, partai politik, militer, dan organisasi sosial lain yang dibentuk berdasarkan tingkat tertentu. Sistem pelapisan sosial ini sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu.


kata mutiara filsuf 2015

  • Salvador Dalí
    • “”Kecerdasan tanpa ambisi bagaikan seekor burung tak bersayap”. Salvador Dalí (1904–1989), pelukis Spanyol”

  • A A Milne

    “”Jika Anda hidup seratus tahun, saya ingin hidup seratus tahun dikurangi satu hari. Dengan begitu, saya tak pernah hidup tanpa Anda.” A A Milne (1882-1956), humoris Inggris, pencipta karakter Winnie-The-Pooh”

  • H Jacson Brown

    “”Cinta adalah ketika kebahagiaan orang lain lebih penting daripada kebahagiaan diri sendiri.” H Jacson Brown, Jr, pengarang buku Life s Little Instruction”

  • Jesse Jackson

    “”Jika pikiran saya bisa membayangkannya, hati saya bisa meyakininya, saya tahu saya akan mampu menggapainya.”  Jesse Jackson, politikus dan pemimpin masyarakat sipil Amerika Serikat”

  • Plato

    “”Orang baik tidak memerlukan hukum untuk memerintahkan mereka agar bertindak penuh tanggung jawab, sementara orang jahat akan selalu menemukan celah di sekitar hukum.” Plato (428 SM—348 SM), filsuf Yunani Kuno”

  • Niccolo Machiavelli

    “”Wirausahawan adalah mereka yang memahami tipisnya perbedaan antara peluang dan hambatan serta mampu mengelolanya menjadi keuntungan.” Niccolo Machiavelli (1469-1527), negarawan Italia, penulis The Prince.”

  • Copernicus

    “”Tahu bahwa kita tahu apa yang kita ketahui dan tahu bahwa kita tidak tahu apa yang tidak kita ketahui, itulah pengetahuan sejati.” Copernicus (1473–1543), pakar astronomi Polandia
    “

    • Boris Yeltsin

      “”Anda mampu membuat singgasana dari bayonet, tapi Anda tidak akan mampu mendudukinya terlalu lama.” Boris Yeltsin, presiden Rusia (1991-1999)”

    • Clement Attlee

      “”Demokrasi berarti pemerintahan dengan perdebatan. Sistem ini bisa efektif jika Anda mampu menghentikan orang-orang berbicara.” Clement Attlee (1803–1857), Perdana Menteri Inggris”

    • Thich Nhat Hanh

      “”Kita mempunyai lebih banyak peluang yang tersedia di setiap momen daripada yang kita sadari.” Thich Nhat Hanh, pendeta, aktivis, sekaligus penulis asal Vietnam (1926)”

    • Robert Kiyosaki

      “”Seberapa besar kesuksesan Anda bisa diukur dari seberapa kuat keinginan Anda, setinggi apa mimpi-mimpi Anda, dan bagaimana Anda memperlakukan kekecewaan dalam hidup Anda.” Robert Kiyosaki, motivator asal Amerika Serikat”

    • Hary Tanoesoedibjo

      “”Hadapi masa lalu tanpa penyesalan. Hadapi hari ini dengan tegar dan percaya diri. Siapkan masa depan dengan rencana yang matang dan tanpa rasa khawatir.” Hary Tanoesoedibjo, Group President & CEO Mediacom/MNC”

    • Warren Buffett

      “”Perlu 20 tahun untuk membangun reputasi dan cukup 5 menit untuk menghancurkannya. Jika Anda berpikir tentang hal ini, Anda akan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.” Warren Buffett, investor dan pengusaha Amerika Serikat”

    • Jacques Barzun

      “”Dalam mengajar, Anda tidak bisa melihat hasilnya dalam satu hari kerja. Mungkin hasilnya baru kelihatan 20 tahun kemudian.” Jacques Barzun, pendidik Prancis”

      • Benjamin Franklin

        “”Tanpa terus-menerus tumbuh dan berkembang, kata-kata seperti kemajuan, prestasi, dan sukses tak punya arti apa-apa.” Benjamin Franklin (1706—1790), ilmuwan, filsuf, penulis, dan penemu asal Amerika Serikat”

      • Colin Powel

        “”Tidak ada rahasia untuk sukses. Ini adalah hasil sebuah persiapan, kerja keras, dan belajar dari kesalahan.” Colin Powel, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat”

      • Joan Collins

        “”Hidup tidak akan hidup jika Anda tidak membuat kesalahan.” Joan Collins, artis Inggris”

      • John Stuart Mill

        “”Konservatif tidak harus bodoh tapi orang yang tidak pintar kebanyakan konservatif.” John Stuart Mill (1806—1873), ekonom dan filsuf Inggris”

      • Aristoteles

        “”Siapa saja bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah kepada orang yang tepat, dengan derajat kemarahan yang tepat, pada saat yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dengan cara yang tepat, ini tidak mudah.” Aristoteles, filsuf Yunani (384—322 SM)
        “

      • Dr A P J Abdul Kalam

        “”Kamu harus bermimpi sebelum mimpimu menjadi kenyataan.” Dr A P J Abdul Kalam, Presiden India ke-11 (2002–2007)
        “

      • Samuel Johnson

        “”Harapan adalah kebutuhan dalam setiap kondisi” Samuel Johnson, Penulis Inggris (1709 – 1784)”

    • John Ray

      “”Kecantikan itu kekuatan, senyuman adalah pedangnya.” John Ray (1627–1705), naturalis asal Inggris”

    • Oliver Goldsmith

      “”Kemuliaan paling besar bukanlah karena kita tidak pernah terpuruk, tapi karena kita selalu mampu bangkit setelah terjatuh.” Oliver Goldsmith (1730–1774), novelis, pujangga, dan dramawan Irlandia”

    • Mahatma Gandhi

      “”Kemiskinan adalah bentuk paling buruk dari kekerasan.” Mahatma Gandhi (1869–1948), filsuf India”

    • Dwight David Eisenhower

      “”Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” Dwight David Eisenhower (1890-1969), Presiden Ke-34 Amerika Serikat (1953-61)
      “

    • Albert Einstein

      “”Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan.” Albert Einstein, Ilmuwan Amerika Serikat kelahiran Jerman (1879–1955)”

    • Confucius

      “”Kesunyian adalah kawan sejati yang tak pernah berkhianat.” Confucius (551–479 SM), filsuf, guru politik China”

    • Clarence Darrow

    • “”Keadilan tidak ada kaitannya dengan apa yang terjadi dalam ruang sidang; keadilan adalah apa keluar dari ruang sidang itu.” Clarence Darrow (1857–1938), pengacara, orator, dan penulis asal Amerika Serikat”

    • Robert H Schuller

      “”Pencapaian yang mengagumkan selalu didahului oleh persiapan yang tidak spektakuler.” Robert H Schuller, pengusaha dan penulis Amerika Serikat”

    • Spencer Johnson

      “”Integritas adalah menceritakan kebenaran pada diri sendiri; kejujuran menceritakan kebenaran kepada orang lain.” Spencer Johnson, penulis dan motivator Amerika Serikat”

    • Alexandre Dumas P�re

      “”Seluruh kearifan manusia bisa digabungkan dalam dua kata: menunggu dan berharap.” Alexandre Dumas Père (1802–1870), penulis Prancis”

    • John Fitzgerald Kennedy

      “”Mereka yang menghalangi revolusi damai berarti membuka peluang pecahnya revolusi dengan kekerasan.” John Fitzgerald Kennedy (1917—1963), presiden ke-35 Amerika Serikat”

    • Charles H Spurgeon

      “”Sejumlah godaan akan datang kepada mereka yang tekun dan rajin, tapi seluruh godaan akan menyerang mereka yang bermalas-malasan.” Charles H Spurgeon (1834–1892), pendeta asal Inggris”

    • Lord Chesterfield

      “”Saat seseorang menginginkan nasihat Anda, biasanya dia menginginkan pujian dari Anda.” Lord Chesterfield (1694–1773), diplomat Inggris”

    • Anais Nin

      “”Ketika Anda membuat dunia lebih toleran untuk Anda, berarti Anda membuat dunia lebih toleran bagi orang lain.” Anais Nin (1903–1977), penulis dan novelis Prancis”

    • John Ruskin

      “”Kualitas bukanlah suatu kebetulan; kualitas selalu berasal dari usaha yang cerdas.” John Ruskin (1819–1900), penulis, arsitek, dan kritikus asal Inggris”

    • Helen Rowland

      “”Jika Anda ingin hidup bahagia dengan laki-laki, Anda harus banyak memahaminya dan sedikit mencintainya. Jika Anda ingin berbahagia dengan perempuan, Anda harus lebih banyak mencintainya dan jangan coba-coba memahaminya.” Helen Rowland (1876–1950), penulis Amerika Serikat kelahiran Inggris”

    • Salvador Dali

      “”Jangan pernah takut pada kesempurnaan karena Anda tidak akan pernah bisa mencapainya.” Salvador Dalí (1904–1989), pelukis Spanyol”

    • Eleanor Roosevelt

      “”Saya tidak yakin perang adalah solusi terbaik. Tak seorang pun menang dalam perang terakhir dan tak seorang pun akan menang pada perang selanjutnya.” Eleanor Roosevelt (1884–1962), diplomat dan Ibu Negara AS (1933–1945)”

    • Helen Rowland

      “”Anda tak akan pernah menang jika Anda tidak pernah memulai.” Helen Rowland (1876–1950), penulis Inggris-Amerika”

    • Joseph Joubert

      “”Kita harus menghormati masa lalu dan tak memercayai masa kini jika kita ingin mencapai masa depan yang cerah.” Joseph Joubert (1754–1824), penulis esai asal Prancis”

    • Ashleigh Brilliant

      “”Berbuat baiklah kepada orang-orang jahat karena merekalah yang paling banyak membutuhkan kebaikan.” Ashleigh Brilliant, penulis dan kartunis Inggris”

    • Friedrich Nietzsche

      “”Lebih mudah memperbaiki hati nurani yang buruk daripada mengatasi reputasi yang hancur.” Friedrich Nietzsche (1844–1900), filsuf terkemuka Jerman”

    • Jim Rohn

      “”Waktu lebih berharga daripada uang. Anda bisa meraih uang lebih, tetapi Anda tidak bisa meraih tambahan waktu.” Jim Rohn, penulis Amerika Serikat”

    • Jackie Chan

      “”Jangan biarkan keadaan mengontrolmu. Kamulah yang mengontrol keadaan.” Jackie Chan, aktor laga asal Hong Kong”

    • Lao Tzu

      “”Memahami orang lain adalah kearifan, memahami diri Anda sendiri adalah pencerahan.” Lao Tzu (600–531 SM), filsuf asal China”

    • Edward G Bulwer-Lytton

      “”Saya lebih senang mempunyai lima musuh yang kompeten dan energik daripada seorang kawan yang tidak begitu pandai.” Edward G Bulwer-Lytton (1803–1873), politikus dan pujangga Inggris”

    • Johann Wolfgang von Goethe

      ““Keraguan hanya dapat dihilangkan dengan tindakan.” Johann Wolfgang von Goethe (1749–1832), dramawan dan novelis Jerman”

    • Albert Einstein

      “”Kelemahan sikap akan menjadi kelemahan karakter.” Albert Einstein (1879–1955), ahli fisika Amerika Serikat kelahiran Jerman”

    • Vaclav Havel

      “”Harapan bukanlah keyakinan bahwa sesuatu akan berubah menjadi baik, namun kenyataan bahwa semua hal itu masuk akal, tergantung bagaimana cara kita mengubahnya.” Vaclav Havel, dramawan Chechnya dan Presiden Cekoslovakia (1989–92)”

    • Benjamin Disraeli

      “”Salah satu hal yang paling sulit di dunia ini adalah mengakui kesalahan dan tak ada yang lebih membantu dalam memecahkan persoalan daripada pengakuan jujur.” Benjamin Disraeli (1804–1881), Novelis dan Mantan Perdana Menteri Inggris”

    • Napoleon Bonaparte

      ““Anda tidak boleh terlalu sering bertarung hanya dengan satu musuh. Karena Anda mengajarkan semua seni bertarung Anda kepada musuh itu.” Napoleon Bonaparte (1769–1821), jenderal, politikus dan Kaisar Prancis (1804–1814)”

    • Alexander Graham Bell

      “”Konsentrasikan seluruh pikiran selama Anda melakukan pekerjaan. Sinar matahari tidak akan bisa membakar hingga titik fokusnya ketemu.” Alexander Graham Bell (1847–1922), pendidik dan penemu telepon kelahiran Skotlandia.”

    • Albert Schweitzer

      “”Mereka yang menghormati kepribadian orang lain adalah orang-orang yang benar-benar berguna.” Albert Schweitzer (1875–1965), teolog, filsuf dan musisi Jerman peraih Nobel Perdamaian 1952″

    • Samuel Johnson

      “”Penipuan dan kebohongan hanyalah ujian yang mengerikan. Kebenaran yang akan mengundangnya.” Samuel Johnson (1709–1784), pujangga Inggris”

    • Honore de Balzac

      “”Menyendiri itu baik, tetapi Anda membutuhkan seseorang untuk mengatakan bahwa menyendiri itu memang benar-benar baik.” Honore de Balzac (1799–1850), novelis Prancis”

    • Kahlil Gibran

      “”Jika Anda membeberkan rahasia Anda kepada angin, Anda tidak boleh menyalahkannya jika angin membuka rahasia itu kepada pohon-pohon.” Kahlil Gibran (1883–1931), filsuf, pujangga dan penulis Amerika Serikat kelahiran Lebanon”

    • Voltaire

      “”Nilailah seseorang dari pertanyaan yang dia ajukan, bukan dari jawaban yang ia katakan.” Voltaire (1694–1778), penulis dan filsuf Prancis
      “

    • Camilo Jose Cela

      “”Ada dua jenis manusia: satu yang mengukir sejarah dan satu lagi yang memikul beban akibatnya.” Camilo Jose Cela (1916–2002), penulis Spanyol, peraih Nobel Sastra 1989″

    • Kurt Cobain

      “”Kita tidak punya hak untuk mengekspresikan pendapat sampai kita tahu semua jawabannya.” Kurt Cobain (1967–1994), musisi Amerika Serikat”

    • CS Lewis

pengaruh bahan organik terhadap kesuburan tanaman

1.2 Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah
            Bahan organik sangat berpengaruh besar terhadap kesuburan tanah di suatu lahan , kaerna dengan adanya bahan organik maka tanaman yang di tanam akan mendapatkan suplai unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Berikut ini ada beberapa peranan bahan organik lainnya yang berdasarkan dari aspek fisika, kimia dan biologi tanah : Peranan bahan organik yang paling besar terhadap sifat fisik tanah meliputi : struktur, konsistensi, porositas, daya mengikat air, dan yang tidak kalah penting adalah peningkatan ketahanan terhadap erosi. Bahan organik tanah merupakan salah satu bahan pembentuk agregat tanah, yang mempunyai peran sebagai bahan perekat antar partikel tanah untuk bersatu menjadi agregat tanah, sehingga bahan organik penting dalam pembentukan struktur tanah. Pengaruh pemberian bahan organik terhadap struktur tanah sangat berkaitan dengan tekstur tanah yang diperlakukan. Pengaruh bahan organik terhadap kesuburan kimia tanah antara lain terhadap kapasitas pertukaran kation, kapasitas pertukaran anion, pH tanah, daya sangga tanah dan terhadap keharaan tanah. Penambahan bahan organik akan meningkatkan muatan negatif sehingga akan meningkatkan kapasitas pertukaran kation (KPK). Bahan organik memberikan konstribusi yang nyata terhadap KPK tanah. Bahan organik merupakan sumber energi bagi makro dan mikro-fauna tanah. Penambahan bahan organik dalam tanah akan menyebabkan aktivitas dan populasi mikrobiologi dalam tanah meningkat, terutama yang berkaitan dengan aktivitas dekomposisi dan mineralisasi bahan organik. Beberapa mikroorganisme yang beperan dalam dekomposisi bahan organik adalah fungi, bakteri dan aktinomisetes. Di samping mikroorganisme tanah, fauna tanah juga berperan dalam dekomposi bahan organik antara lain yang tergolong dalam protozoa, nematoda, Collembola, dan cacing tanah.

penentuan c-organik teori walkley and black

Metode yang biasa dipakai untuk penentuan C-Organi
k adalah metode
Walkley and Black. Metode ini dipakai karena diangg
ap sederhana, cepat, mudah
dikerjakan dan membutuhkan sedikit peralatan. Tetap
i bagaimanapun metode
aliran K
2
Cr
2
O
7
(metode Walkley and Black) memiliki beberapa kelem
ahan, yaitu
adanya gangguan unsur tanah lain seperti Cl
-
, Fe
2+
, dan MnO
2
(Nelson dan
Sommer, 1982). Analisis kandungan C-organik tanah
untuk melihat sifat tanah
secara lebih rinci tentunya membutuhkan biaya yang
lebih besar dan resiko yang
lebih tinggi, mengingat mahal dan berbahayanya kali
um dichromat (K2Cr2O7).
Menurut Sholichah (2006), kesulitan ini bisa diatas
i dengan menggunakan data
kehilangan bobot tanah untuk pendugaan kandungan C-
organik dalam tanah.
Berdasarkan hasil penelitian pengukuran kandungan C
-organik tanah dengan
menggunakan metode Walkley and Black, CHNS Analyser
dan DTA (Diferential
Thermal Analysis) dan meregresikan hasil pengukuran
kandungan C-organik dari
ketiga metode tersebut, maka diperoleh hasil korela
si yang baik. Hal ini
menunjukan bahwa kehilangan bobot tanah dapat digun
akan untuk menduga
kandungan C-organik dalam tanah.

apakah pendapat anda tentang blog ini?

RAMALAN CUACA

pendaftaran FMA

Powered byEMF HTML Contact Form

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Recent Posts

Social Media Sharing by CB Bloggerz

facebook

twitter