Minggu, 20 April 2014
Author: Unknown |
03.02 |
No Comments |
Tugas Individu DDA
“OKULASI”
Disusun oleh :
NAMA : PUTU EKA IRAWAN
NIM : G111 13 513
KELAS : B
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014
PELAKSANAAN OKULASI PADA KEBUN INDUK KAKAO
Sumber Gambar: http://afandypoltek.wordpress.com
Bahan Okulasi tanaman kakao berasal dari 2 (dua) jenis cabang yaitu ortotrop dan plagiotrop. Tanaman yang dihasilkan dari okulasi tunas ortotrop pada umumnya habitus baik , tanaman berjorget, tanaman tinggi besar dan percabangan teratur serta lebih lambat berbunga/berbuah. Sedangkan tanaman yang dihasilkan dari okulasi tunas plagiotrop pada umumnya habitus pendek, percabangan mulai dari permukaan tanah dan tanaman cepat berbuah.
Faktor penting pada okulasi.
Batang bawah: Batang bawah harus dalam pertumbuhan yang aktif, yang ditandai dengan adanya daun muda (flush). Sel-sel kulit batang bawah harus cukup mengandung air sehingga tidak terjadi kerusakan sel pada saat okulasi. Oleh karena itu sebaiknya okulasi dilakukan pada saat kandungan air tanah cukup.
Entres kayu (kayu olulasi): Entres harus bermutu baik yaitu berwarna coklat (tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda), dan mata dalam keadaan baik (nampak jelas).
Ketrampilan tenaga okulasi: Potongan mata okulasi dengan sayatan batang bawah harus serasi. Disamping itu luka sayatan dan potongan mata okulasi harus diusahakan agar tidak membuka terlalu lama.
Cara mengokulasi.
Okulasi Ortotrop.
- Pilih cabang-cabang ortotrop yang telah memenuhi syarat, ambil dengan hati-hati , hindarkan dari luka dan terkena suhu tinggi, tangkai daun dipotong 1.5-2 cm
- Batang bawah yang sudah berumur ± 1 tahun diokulasi dengan mata entres yang dikehendaki, kulit batang bawah ditarik dengan pisau okulasi selebar 0.7 mm dan panjang 3-4 cm dibuka dari bawah ke atas.
- Mata okulasi disiapkan dengan cara menyayat mata bersama sedikit bagian kayu tempat mata tersebut menempel.
- Kayu dilepas dengan hati-hati dari bagian ujung, lalu kulit dipotong seukuran bukaan batang bawah.
- Mata okulasi secepat mungkin ditempelkan pada bukaan batang bawah yang masih segar. Permukaan kambium hindarkan dari sentuhan tangan agar tidak terkontaminasi kotoran. Ikatlah dengan tali rafia dari bawah ke atas. Dengan susunan seperti genteng. Pada musim hujan, tali okulasi dapat ditutup degan parafin yang dicairkan.
- 14 hari setelah pelaksanaan, apabila mata okulasi tetap berwarna hijau berarti okulasi jadi/berhasil. Apabila okulasi tidak jadi maka segera diulang pada sisi yang berlawanan.
- Kemudian dilakukan pengeratan batang bawah pada jarak 5-6 cm di atas tempelan. Satu minggu setelah mata membengkak (metir) , batang bawah dilengkungkan, dan empat bulan kemudian batang bawah dipotong.
- Batang klonal yang tumbuh dari mata entres dirundukkan agar tumbuh tunas ortotrop dan dari tunas yang tumbuh ini selanjutnya dipelihara 2 tunas ortotrop.
- Setelah 6 bulan, batang klonal pertama dipotong selanjutnya dipelihara 2 tunas ortotrop dan tunas ini terus dipelihara selama 6 bulan (misal tunas A dan B).
- Selanjutnya tunas A dipotong setinggi 20 cm dan dari tunas A ini dipelihara tunas A1 dan A2 kemudian menyusul tunas B untuk dipelihara tunas B1 dan B2.
- Empat tunas dari A dan B tersebut kemudian dipelihara dan tanaman siap menghasilkan kayu okulasi/entres.
Okulasi Plagiotrop.
- Ranting calon kayu okulasi diambil dengan hati-hati, jangan sampai terluka dan terkena suhu tinggi. Tangkai daun dipotong 1.5-2.0 cm.
- Batang bawah dipilih dari bibit yang tumbuh sehat, umur ± 4 bulan , diameter batang ± 7 mm. Kulit batang bawah ditarik dengan pisau okulasi selebar 0.7 mm dan panjang 3-4 cm, dibuka dari bawah ke atas (di bawah kotiledon)
- Sayatlah mata okulasi bersama sedikit bagian kayu tempat mata menempel. Selanjutnya kayu dilepas dengan hati-hati dari bagian ujung, lalu kulit dipotong seukuran bukaan batang bawah.
- Mata okulasi dihindarkan tersentuh tangan agar tidak terkontaminasi kotoran.
Ikat dengan talim rafia dari bawah ke atas dengan susunan seperti genteng. Pada musim hujan tali okulasi dapat ditutup dengan parafin yang dicairkan.
- Setelah 14 hari, bila okulasi berhasil maka mata okulasi tetap hijau. Bila gagal maka segera diulang pada sisi yang berlawanan. Okulasi yang berhasil dilakukan pengeratan batang bawah pada jarak 5-6 cm di atas tempelan. Satu minggu setelah mata membengkak (metir) batang bawah dilengkungkan.
- Setelah tunas okulasi berdaun 5-6 lembar, batang bawah dipotong di atas pertautan, kemudian tunas baru dirawat dengan baik, hindarkan dari serangan hama atau penyakit. Pemupukan dan penyiraman bibit dilakukan sebagaimana lazimnya.
- Pertumbuhan tunas okulasi diarahkan ke atas, diberi tajar yang panjangnya 50-60 cm
- Selama okulasi tidak boleh ada tunas-tunas air/wiwilan yang tumbuh
- Bibit hasil okulasi siap dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-9 bulan, panjang tunas ± 30 cm dan jumlah daun lebih dari 12 lembar. Dua minggu sebelum bibit dipindahkan, polibag diputar untuk memutus perakaran yang menembus tanah.
Sabtu, 12 April 2014
BAGIAN-BAGIAN BUNGA DAN FUNGSINYA
Author: Unknown |
22.02 |
No Comments |
Pengertian Bunga.jpg)
Perhatikan gambar di samping!
Bunga lengkap memiliki bagian-bagian sebagai berikut.
Tangkai Bunga, Tangkai bunga merupakan bagian yang berada pada bagian bawah bunga. Tangkai ini berperan sebagai penopang bunga dan sebagai penyambung antara bunga dan batang atau ranting.
Kelopak Bunga, Kelopak bunga merupakan bagian yang melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup. Biasanya, bentuk dan warnanya menyerupai daun.
Mahkota Bunga, Mahkota bunga umum nya memiliki warna bermacam-macam sehingga disebut perhiasan bunga. Warna yang menarik itu berguna untuk memikat kupu-kupu atau serangga lainnya agar hinggap pada bunga. Serangga tersebut dapat dalam proses penyerbukan.
Benang sari dengan serbuk sari sebagai alat kelamin jantan.
Putik terdapat di bagian tengah-tengah bunga. Biasanya, putik dikelilingi oleh benang sari. Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri atas kepala putik dan tangkai putik.
Dasar dan tangkai bunga sebagai tempat kedudukan bunga.
Bunga yang memiliki tangkai, kelopak, mahkota, benang sari, dasar bunga, dan putik disebut bunga sempurna. Jika memiliki semua bagian kecuali putik, maka disebut bunga jantan. Jika memiliki semua bagian kecuali benang sari, maka disebut bunga betina. Bunga yang memiliki benang sari dan putik disebut bunga hermafrodit.
.jpg)
Perhatikan gambar di samping!
Bunga lengkap memiliki bagian-bagian sebagai berikut.
Tangkai Bunga, Tangkai bunga merupakan bagian yang berada pada bagian bawah bunga. Tangkai ini berperan sebagai penopang bunga dan sebagai penyambung antara bunga dan batang atau ranting.
Kelopak Bunga, Kelopak bunga merupakan bagian yang melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup. Biasanya, bentuk dan warnanya menyerupai daun.
Mahkota Bunga, Mahkota bunga umum nya memiliki warna bermacam-macam sehingga disebut perhiasan bunga. Warna yang menarik itu berguna untuk memikat kupu-kupu atau serangga lainnya agar hinggap pada bunga. Serangga tersebut dapat dalam proses penyerbukan.
Benang sari dengan serbuk sari sebagai alat kelamin jantan.
Putik terdapat di bagian tengah-tengah bunga. Biasanya, putik dikelilingi oleh benang sari. Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri atas kepala putik dan tangkai putik.
Dasar dan tangkai bunga sebagai tempat kedudukan bunga.
Bunga yang memiliki tangkai, kelopak, mahkota, benang sari, dasar bunga, dan putik disebut bunga sempurna. Jika memiliki semua bagian kecuali putik, maka disebut bunga jantan. Jika memiliki semua bagian kecuali benang sari, maka disebut bunga betina. Bunga yang memiliki benang sari dan putik disebut bunga hermafrodit.
Kamis, 10 April 2014
MAKALAH HASIL PRODUK BIOTEKNOLOGI PERTANIAN
Author: Unknown |
21.24 |
No Comments |
KULTUR JARINGAN
(Makalah Hasil Bioteknologi Pertanian)
Oleh
PUTU EKA IRAWAN
(G111 13 513)
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan meningkatnya pengetahuan teknologi yang terus-menerus maju, dari pembibitan tanaman yang di mulai dengan biji berlanjut ke pemilihan biji yang terbaik dan bertambah maju lagi dengan perbanyakan tanaman secara vegetatif. Berbagai macam dilakukan manusia untuk memperoleh suatu hasil yang baik dan memuaskan. Tingkat teknologi yang mendukung serta pengetahuan manusia yang semakin tinggi juga membawakan manfaat bagi petani terutam untuk pertanian dengan areal yang begitu besar.
Kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.Kultur jaringan akan lebih besar presentase keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan muda, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah, dinding tipis, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan orang menggunakan jaringan ini untuk tissue culture. Sebab, jaringan meristem keadaannya selalu membelah, sehingga diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan.
B. TUJUAN
Adapun dengan di buatnya makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Memahami pengertian kultur jaringan
2. Mempelajari cara kultur jaringan yang baik dan benar
3. Belajar mensterilisasi alat untuk pembiakan kultur jaringan
4. Menerapkan kultur jaringan di kehidupan
II . TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengergtian Kultur Jaringan
Kultur jaringan berasal dari kata asing tissue culture, kultur yaitu beberapa jaringan yang memiliki bentuk yang sama kultur jaringan bisa dibilang membudidayakan tanaman dengan bagian jaringan tumbuhan tersebut yang bisa sama dengan induknya. Kultur jaringan ini lebih baik jika menggunakan jaringan meristem pada tumbuhan atau jaringan tumbuhan yang muda, yaitu jaringan yangterdiri dari sel-sel yang selalu membelah, dinding tipis, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Karena jaringan meristem memiliki tugas selalu membelah dirinya jadi di pastikan memiliki hormon yang untuk mengatur pembelahan.
Kultur jaringan merupakan salah satu perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan cara perbanyakana tanaman dengan cara mengisolasi bagian taaman seperti daun, mata tunas serta menumbuhkan bagian-bagiannya didalam mediabuata secara aseptik yang banyak nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat diperbanyak dan menjadi tanaman yang sempurna.
Kultur jaringan ini diadakan agar memepermudah pembibitan tanaman yang khususnya pada pada tanaman yang secara geratif dalam pembiakanya. Dengan kultur jaringan ini mempermudah dalam mengahsilkan suatu tanaman dan mencari anakan yang bisa sama dengan induknya Kultur jaringan juga mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
B. Tahapan yang dilakukan Dalam Kultur Jaringan
Didalam melakukan Kultur Jaringan ada tahap-tahap yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Pembuatan Media
Media merupakan faktor penetu dalam keberhasilan suatu budidaya pada kultur jaringan karena medialah tempat yang menjadi pertumbuhannya tanaman. Komposisi media yang digunakan tergantung jenis tanaman yang akan ditanam. Komposisi yang digunakan antaralain:
1. Ammonium nitrate (NH4NO3) 1,650 mg/l
2. Boric acid (H3BO3) 6.2 mg/l
3. Calcium chloride (CaCl2 • H2O) 440 mg/l
4. Cobalt chloride (CoCl2 • 6H2O) 0.025 mg/l
5. Magnesium sulfate (MgSO4 • 7H2O) 370 mg/l
6. Cupric sulfate (CuSO4 • 5H2O) 0.025 mg/l
7. Potassium phosphate (KH2PO4) 170 mg/l
8. Ferrous sulfate (FeSO4 • 7H2O) 27.8 mg/l
9. Potassium nitrate (KNO3) 1,900 mg/l
10. Manganese sulfate (MnSO4 • 4H2O) 22.3 mg/l
11. Potassium iodine (KI) 0.83 mg/l
12. Sodium molybdate (Na2MoO4 • 2H2O) 0.25 mg/l
13. Zinc sulfate (ZnSO4 • 7H2O) 8.6 mg/l
14. Na2EDTA • 2H2Oa 37.2 mg/lb
Media yang digunakan dapat berupa garam vitamin, mineral, dan hormon. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain.
Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
2. Inisiasi
Inisiasi merupakan pengambilan eksplan/inokulum dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan jaringan adalah tunasnya. Inokulum dapat diambil dari potongan yang berasal dar kecambah atau jaringan tanaman dewasa yang mengandung jaringan meristem.
3. Sterilisasi
Sterilisasi merupakan kegiatan dikultur jaringan untuk pengupayan bebas dari kontaminan dari luar yang kiranya dapat mengganggu pertumbuhan pada kultur jaringan. Sterilisai biasanya dengan menggunakan penyemprotan dengan etanol. Dalam kultur jaringan harus selalu steril baik diluar maupun di dalam.
4. Multiplikasi
Multiplikasi merupakan kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Perlakuannya dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami eksplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan dalam keadaan steril dengan suhu kamar.
5. Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).
6. Aklimatisasi
Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.
Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik, bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif, terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat
C. Keuntungan dan Kerugian Kultur Jaringan
Keuntungan yang diperoleh dari kultur jaringan yaitu:
1. Pengadan bibitnya tidak tergantung musim
2. Bibit dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak dalam waktu cepat.
3. Bibit yang dihasilkan seragam
4. Bibit yang dihasilkan bebas penyakit
5. Biaya pengangkutannya lebih murah
6. Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit dan pengaruh lingkungan.
7. Metabolit sekunder tanaman cepat dapat diketahui tanpa menunggu tanaman dewasa.
Kerugian dari kultur jaringan yaitu:
1. Merupakan cara kultur jaringan adalah cara kultur yang dinilai mahal dan sulit.
2. Membutuhkan biaya yang tinggi untuk perlatan dan perlengkapanya.
3. Diperlukan persiapan SDM yang handal untuk mengerjakan perbanyakan kultur jaringan agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan
4. Produk kultur jaringan pada akarnya kurang kokoh
III. KESIMPULAN
Dari wacana yang ada didalam makalah ini didapat kesimpulan sebagai berikut:
1. Kultur jaringan merupakan perbanyakan tanaman yang dihasilkan dari bagian jaringan tumbuhan yang menghasilkan tumbuhan sama dengan induknya.
2. Tahapan dalam kultur jaringan yaitu: menyiapkan media, inisiasi, sterilisasi, multiplikasi, pengakaran dan aklimatisasi.
3. Dalam melakukan kultur jaringan perlu diperhatikan sterilisasinya agar tidak ada kontaminan yang dapat mengganggu kultur jaringan.
4. Kultur jaringan dapat mempermudah, memperbanyak, dan mempecepat suatu tanaman yang sama dengan induknya atau sesuai keinginannya.
DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, L.W. 1987. Teknik Kultur Jaringan. Pusat Antar Universitas Bioteknologi, Institut Pertanian Bogor, Bogor
Smith, R.H. 2000. Plant Tissue Culture: Techniques and Experiments. Academic press, London.
Taji, A., Dodd, W., Williams, R.R. 1997. Plant Tissue Culture Practice. University of New England, Armidale, NSW, Australia
http://id.wikipedia.org/wiki/Kultur_jaringan, di akses paada tanggal 10 April 2012, pukul 16:35
http://nicedaysblue.web.id/index.php/my-project/39-science-and-tech/62-kultur-jaringan, di akses paada tanggal 10 April 2012, pukul 16:36
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081029045234AAwuqCD, di akses paada tanggal 10 April 2012, pukul 16:45
Minggu, 06 April 2014
Kamis, 03 April 2014
Passing Grade Universitas Gajah Mada (UGM) 2014
Author: Unknown |
05.22 |
No Comments |
Home » Passing Grade » Passing Grade Universitas Gajah Mada (UGM) 2014
Passing Grade 7:11 PM
Passing Grade Universitas Gajah Mada (UGM) 2014
Passing grade UGM terbaru, mungkin masih jauh dari fikiran adik – adik sekalian untuk memikirkan langkah selanjutnya dalam memilih PTN dan jurusan yang akan dipilih, karena masih tersedia waktu cukup banyak sebelun SBMPTN 2014. Mungkin dalam waktu dekat aka nada seleksi untuk SNMPTN undangan, tetapi apa salahnya kita sedia paying sebelum hujan dengan mengetahui obot jurusan yang kita pilih dengan melihat prediksi passing gradenya. Berikut merupakan passing grade salah satu PTN terfavorit di Indonesia yaitu Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 2014
Passing Grade UGM Jurusan IPA
471225 Agronomi 45.05
471336 Arsitektur 53.61
471011 Biologi 47.72
471144 Budidaya Hutan 42.70
471285 Budidaya Perikanan 44.83
471211 Elektronika & Instrumentasi 52.04
471025 Farmasi 51.53
471152 Fisika 49.20
471425 Fisika Teknik 52.46
471203 Geofisika 50.19
471033 Geografi dan Ilmu Lingkungan 45.60
471085 Gizi Kesehatan 50.04
471322 Ilmu dan Industri Peternakan 47.72
471263 Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 44.16
471071 Ilmu Keperawatan 46.04
471471 Ilmu Keperawatan Gigi 45.08
471182 Ilmu Komputer 51.80
471241 Ilmu Tanah 46.02
471041 Kartografi dan Penginderaan Jauh 44.56
471106 Kedokteran Hewan 48.19
471136 Kehutanan 43.50
471166 Kimia 51.50
471114 Manajemen Hutan 41.80
471306 Manajemen Sumberdaya Perikanan 40.69
471174 Matematika 48.44
471314 Mikrobiologi Pertanian 46.51
471055 Pembangunan Wilayah 51.26
471233 Pemuliaan Tanaman 45.33
471093 Pend. Dokter Gigi 52.35
471063 Pendidikan Dokter 57.70
471271 Penyuluhan dan Kom Pertanian 44.30
471344 Perencanaan Wilayah dan Kota 51.26
471255 Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis 47.60
471196 Statistika 50.04
471463 Tek. Industri Pertanian 52.36
471455 Tek. Pangan dan Hasil Pertanian 47.66
471382 Teknik Elektro 61.65
471352 Teknik Geodesi dan Geomatika 50.10
471366 Teknik Geologi 49.65
471433 Teknik Industri 61.00
471374 Teknik Kimia 60.62
471396 Teknik Mesin 57.76
471411 Teknik Nuklir 55.30
471441 Teknik Pertanian 50.61
471403 Teknik Sipil dan Lingkungan 54.60
471122 Teknologi Hasil Hutan 42.25
471293 Teknologi Hasil Perikanan 41.25
471323 Teknologi Informasi 45.54
Passing Grade UGM Jurusan IPS
472035 Akuntansi 57.51
472065 Antropologi Budaya 45.84
472073 Arkeologi 47.50
472154 Bahasa Korea 40.22
472162 Ilmu Administrasi Negara 53.62
472013 Ilmu Ekonomi 55.04
472043 Ilmu Filsafat 41.68
472176 Ilmu Hubungan Internasional 55.85
472051 Ilmu Hukum 54.37
472205 Ilmu Komunikasi 54.71
472184 Ilmu Pemerintahan 51.40
472081 Ilmu Sejarah 44.21
472192 Ilmu Sosiatri 41.09
472021 Manajemen 57.12
472225 Pariwisata 40.28
472221 Psikologi 53.25
472223 Sastra Arab 45.58
472095 Sastra Asia Barat 41.25
472102 Sastra Indonesia 43.90
472116 Sastra Inggris 43.90
472146 Sastra Jepang 42.68
472124 Sastra Nusantara 40.62
472132 Sastra Perancis 42.28
472213 Sosiologi 46.96
Demikian sedikit informasi mengenai passing grade SBMPTN UGM untuk Jurusan IPA dan IPS untuk tahun 2014, semoga bisa dijadikan motivasi awal bagi adik – adik yang akan mengikuti ujian SBMPTN tahun depan. Semoga sukses selalu
Informasi mengenai Daya Tampung Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 2014 silahkan Klik Disini
Informasi Lainnya:
Passing Grade Institut Agama Islam ...
Passing Grade Institut Agama Islam ...
Passing Grade Universitas Sebelas M...
Passing Grade Universitas Sebelas M...
Passing Grade Universitas Airlangga...
Passing Grade Universitas Airlangga...
Passing Grade Universitas Jendral S...
Passing Grade Universitas Jendral S...
Passing Grade Universitas Pendidika...
Passing Grade Universitas Pendidika...
di 7:11 PM
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
LAPORAN PRAKTIKUM AKLIMATISASI PLANLET KENTANG _putu eka irawan (*UNHAS)
Author: Unknown |
05.19 |
No Comments |
LAPORAN PRAKTIKUM AKLIMATISASI PLANLET KENTANG
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kultur jaringan atau budidaya in vitro adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, jaringan atau organ yang serba steril, ditumbuhkan pada media buatan yang steril, dalam botol kultur yang steril dan dalam kondisi yang aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbayak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap.
Pekerjaan kultur jaringan meliputi: persiapan media, isolasi bahan tanam (eksplan), sterilisasi eksplan, inokulasi eksplan, aklimatisasi dan usaha pemindahan tanaman hasil kultur jaringan ke lapang. Pelaksana harus bekerja dengan teliti dan serius, karena setiap tahapan pekerjaan tersebut memerlukan penanganan tersendiri dengan dasar pengetahuan tersendiri
Perbanyakan kentang dengan kultur jaringan dilakukan untuk memproduksi bibit kentang berkualitas, bebas penyakit dalam jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Teknik perbanyakan klonal yang digunakan ditujukan untuk memproduksi plantlet kentang atau umbi mikro kentang yang dapat digunakan langsung sebagai bibit dilapangan atau untuk memproduksi umbi bibit yang digunakan untuk penanaman kentang.
Metode yang umum digunakan untuk produksi plantlet dan umbi mikro kentang adalah teknik kultur meristem atau kultur satu mata tunas (single-node culture). Kultur meristem digunakan untuk produksi bibit kentang bebas virus.
1.2 Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui cara mempersiapkan tanaman untuk diaklimatisasikan
2. Mengetahui cara mengaklimatisasikan tanaman hasil kultur jaringan dalam media aklimatisasi
II. TINJAUAN PUSTAKA
Kentang merupakan salah satu jenis tanaman yang telah lama diperbanyak dengan teknik kultur jaringan secara komersial. Perbanyakan kentang selama ini umumnya dilakukan dengan umbi bibit (tuber). Produksi umbi bibit dapat dilakukan sendiri oleh petani atau oleh produsen umbi bibit kentang. Umbi bibit yang digunakan oleh petani bervariasi kualitas, yaitu umbi bibit generasi F4 sampai F6. Kekurangan produksi umbi bibit ini dilapangan adalah kemungkinan infeksi umbi oleh patogen dan virus yang terbawa oleh organ vegetatif ini. Lahan pertanian kentang di Indonesia umumnya terinfeksi oleh virus. Virus yang terbawa oleh bibit kentang dapat menurunkan produkstivitas tanaman kentang sebesar 10 - 15 % per generasi.
Perbanyakan kentang dengan kultur jaringan dilakukan untuk memproduksi bibit kentang berkualitas, bebas penyakit dalam jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Teknik perbanyakan klonal yang digunakan ditujukan untuk memproduksi plantlet kentang atau umbi mikro kentang yang dapat digunakan langsung sebagai bibit dilapangan atau untuk memproduksi umbi bibit yang digunakan untuk penanaman kentang.
Pekerjaan kultur jaringan meliputi: persiapan media, isolasi bahan tanam (eksplan), sterilisasi eksplan, inokulasi eksplan, aklimatisasi dan usaha pemindahan tanaman hasil kultur jaringan ke lapang. Pelaksana harus bekerja dengan teliti dan serius, karena setiap tahapan pekerjaan tersebut memerlukan penanganan tersendiri dengan dasar pengetahuan tersendiri
Kultur jaringan merupakan salah satu teknik menumbuh kembangkan bagian tanaman, berupa sel, jaringan ataupun organ dalam kondisi aseptic di laboratorium sehingga bagian tanaman tersebut memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap. “Jadi melalui kultur jaringan ini kita bisa menghasilkan ribuan tanaman dalam satu sel tanaman,”jelasnya.
Langkah pertama yang dilakukannya adalah survey lapangan untuk melihat tanaman kentang, hasilnya tampak beberapa tanaman yang tumbuh dengan bagus dan memiliki umbi yang tidak terserang hama dan penyakit yang kemudian dipilih sebagai sumber benih “Maka kita berinisitiap atau berpikir bahwa mungkin ada sesuatu yang dimiliki tanaman ini karena tanaman lain terserang sementara dia tidak terserang hama penyakit,”katanya.
Tanaman yang tidak terserang tersebut yang diambil umbinya, selanjutnya dilakukan uji hama dan penyakit di laboratorium Unhas, setelah diuji dan dianggap sudah bebas dari hama dan penyakit maka kemudian dilakukan penanaman dalam wadah polibag yang sudah tercampur dengan pupuk kandang.
Setelah tumbuh bagus, selanjutnya dipindahkan ditempat gelap dengan harapan agar pertumbuhan tanaman ruas akan mengalami pemajaman (etoloasi). Dengan cara tersebut perkembangan tanaman akan lebih cepat dibandingkan perkembangan virus yang hinggap ditanaman tersebut sehingga penyakit tidak terdapat dalam tanaman.
Pada saat itulah pucuk batang distek beberapa bagian lalu ditanam dalam botol yang telah berisi media MS (Murasiga Schokrosa) atau biasa dikenal dengan sebutan media agar-agar. Setelah selang beberapa hari stek tersebut dipindahkan ke media yang lebih besar untuk memperoleh lebih banyak tanaman hasil kultur jaringan yang juga telah berisi agar-agar. Kemudian stek dari kultur tersebut ditanam pada media arang sekam dan diaklimatisasi (disimpang) hingga 3 minggu sampai membentuk pucuk baru. Penanaman dari stek ke stek dilakukan hingga 3 kali agar memperoleh hasil yang lebih baik.
Selanjutnya tanaman diaklimatisasikan atau dipindahkan dari ruang yang serba diatur suhunya (full AC) di laboratorium biotek pertanian Universitas Hasanuddin ke green house di desa Loka Kabupaten Bantaeng yang sebagian suhunya masih dilakukan pengentrolan.
III. METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan adalah :
• Planlet kentang hasil kultur jaringan
• Aquades steril
• Media pasir steril
• Nutrisi (media MS dengan 50 kali pengenceran)
Alat yang digunakan adalah :
• Gelas plastic aqua,
• Spet,
• Pinset,
• Hand sprayer
• Isolasi
• Lebel
3.2 Prosedur Kerja
1. Menyiapkan planlet kentang, mengeluarkan planlet dari botol kultur secara hati-hati dengan menggunakan pinset
2. Mencuci planlet pada air yang mengalir sehingga tidak adaagar yang menempel di akarnya
3. Menanamkan planlet tersebut dengan segera pada media pasir yang telah diberi larutan pupuk dari media MS. Dan langsung menuntup kembali dengan gelas aqua lainnya.
4. Meletakkan gelas-gelas aqua yang berisi planlet tersebut pada rak-rak yang telah disiapkan
5. Mengamati pertumbuhannya. (jumlah daun, tunas, tinggi tunas, warna daun, jumlah cabang dan anakan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Pengamatan Panjang Akar Minggu ke
1 2 3 4
Diberi Larutan A - - - -
Diberi Larutan B - - - -
Keterangan: potongan planlet baik yang diberi larutan A dan diberi lartan B yang diaklimatisasi pada media pasir mati
4.2 Pembahasan
Pada praktikum aklimatisasi tanaman kentang, dimana aklimatisasi planlet yang dilakukan di dalam botol aqua yang diberi media pasir tidak berhasil. Sebelumnya aklimatisasi ini dilakukan dengan dua perlakuan yaitu perlakuan pertama dengan direndam dengan larutan auksin dan yang kedua tanpa auksin. Perendaman ini ditujukan untuk melihat pengaruh auksin terhadap pertumbuhan akar. Namun pengamatan berikutnya tidak dapat dilakukan karena planlet mati sehingga tidak didapatkan data.
Kematian planket yang diakimatisasi diduga karena kontaminasi planlet sebelum dilakukan akimatisasi. Sebelum aklimatisasi sebagian planlet yang akan diaklimatisasi telah terkntaminasi oleh jamur. Penyebab lain dari kematian planlet diguga karena kekeringan karena selama praktikum tidak dilakukan penyiraman pada planlet yang diaklimatisasi, sehinga planlet tersebut menjadi kerin dan mati.
V. KESIMPULAN
• Alimatisasi planlet kentang yang dilakukan tidak berhasil
• Dalam proses akimatisasi perlu perawatan yang serius dan baik, sehingga tanaman dapat tumbih dengan baik
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Bioteknologi. Fakultas Pertanian Universitas Udayana. http://www.fp.unud.ac.id/biotek/?page_id=62. Download 2 Januari 2009.
, 2008. Kultur Jaringan. http://www.tamanmundu.com/budidaya-tanaman/28-budidaya/40-kultur-jaringan.html. Download 2 Januari 2009.
Gunawan, L.W. 1995. Teknik Kultur Invitro Dalam Holtikultura. Penebar Swadaya. Jakarta.
Suryowinoto, M. 1996. Pemuliaan Tanaman Secara In Vitro. Kanisius. Yogyakarta.
apakah pendapat anda tentang blog ini?
RAMALAN CUACA
pendaftaran FMA
Powered by
EMF HTML Contact Form
EMF HTML Contact FormTotal Tayangan Halaman
Popular Posts
-
Hubungan Antar Lembaga-lembaga Negara di Indonesia OPINI | 11 May 2013 | 18:27 Dib...
-
LAPORAN ANALISIS TEKSTUR TANAH Disusun Oleh : NAMA : PUTU EK...
-
nama :putu eka irawan nim : G111 13 513 UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR-2013 Kata Pengantar Om swastyastu ...
-
putu eka irawan laporan ini tugas pemulian tanaman. BAB 1 PENAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jagung ( Zea mays L.) merupakan salah...
-
Bagi anda yang ingin melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi pasti tidak ingin salah langkah dengan memilih jurusan kuliah nantinya. Kare...
-
ContohSoalPsikotes 1. Mobil – Bensin = Pelari – …. a. Makanan b. Sepatu c. Kaos d. Lintasan 2. Dingin – Selimut = Hujan – …. a. Air ...
-
Laporan praktikum dasar-dasar Ilmu tanah LAPORAN PARTICLE DENSITY NAMA : PUTU EKA IRAWAN ...
-
Laporan Praktikum Fisiologi Pasca Panen KUNJUNGAN PASAR TERONG Oleh: NAMA : FIRNAWATI NIM ...
Recent Posts
Social Media Sharing by CB Bloggerz









