putubayong.blogspot.com

Senin, 03 Maret 2014

ENZIM PADA TUMBUHAN

I. ENZIM PADA TUMBUHAN SEJARAH TENTANG ENZIM Pada awalnya, enzim dikenal sebagai protein oleh Sumner ( 1926 ) yang telah berhasil mengisolasi urease dari tumbuhan kara pedang. Urease adalah enzim yang dapat menguraikan urea menjadi CO2 dan NH3. Beberapa tahun kemudian Northrop dan Kunits dapat mengisolasi pepsin, tripsin, dan kinotripsin. Kemudian makin banyak enzim yang telah dapat diisolasi dan telah dibuktikan bahwa enzim tersebut ialah protein. Dari hasil penelitian para ahli biokim ternyata banyak enzim mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk golongan protein majemuk. Gugus bukan protein ini disebut dengan kofaktor ada yang terikat kuat pada protein dan ada pula yang tidak terikat kuat oleh protein. Gugus terikat kuat pada bagian protein artinya sukar terurai dalam larutan yang disebut dengan Prostetik, sedang yang tidak begitu terikat kuat ( mudah dipisahkan secara dialisis ) disebut dengan Koenzim. Keduanya ini dapat memungkinkan enzim bekerja terhadap substrat. PENGERTIAN ENZIM Enzim ialah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi dan ikut beraksi didalamnya sedang pada saat akhir proses enzim akan melepaskan diri seolah – olah tidak ikut bereaksi dalam proses tersebut. Enzim merupakan reaksi atau proses kimia yang berlangsung dengan baik dalam tubuh makhluk hidup karena adanya katalis yang mampu mempercepat reaksi. Koenzim mudah dipisahkan dengan proses dialisis. Enzim berperan secara lebih spesifik dalam hal menentukan reaksi mana yang akan dipacu dibandingkan dengan katalisator anorganik sehingga ribuan reaksi dapat berlangsung dengan tidak menghasilkan produk sampingan yang beracun. Enzim terdiri dari apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas protein. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik). PERBEDAAN ENZIN DENGAN KATALISATOR Katalisator bersifat umum, hanya berfungsi untuk mempercepat reaksi yang dapat digunakan berulang - ulang ( satu katalisator mampu mereaksikan 2 atau 3 bahkan lebih reaksi) Enzim bersifat lebih spesifik hanya digunakan untuk satu reaksi saja ( satu enzim hanya untuk satu reaksi) METABOLISME TUMBUHAN Tumbuhan juga mengahasilkan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari serangan serangga, bakteri, jamur dan jenis patogen lainnya serta tumbuhan itu mampu menghasilkan vitamin untuk kepentingan tumbuhan itu sendiri serta hormon – hormon yang merupakan sarana bagi tumbuhan untuk berkomunikasi antara organnya atau jaringannya dalam mengendalikan dan mengkoordinasi pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam tumbuhan pun terdapat proses metabolisme tumbuhan yang terdiri dari anabolisme ( pembentkan senyawa yang lebih besar dari molekul – molekul yang lebih kecil, molekul ini terdiri dari pati, selulose, protein, lemak dan asam lemak. Proses ini membutuhkan energi).Sedangkan katabolisme merupakan senyawa dengan molekul yang besar membentuk senyawa – senyawa dengan molekul yang lebih kecil dan menghasilkan energi. Sel dalam tubuh tumbuhan mampu mengatur lintasan – lintasan metabolik yang dikendalikannnya agar terjadi dan dapat mengatur kecepatan reaksi tersebut dengan cara memproduksi suatu katalisator dalam jumlah yang sesuai dan tepat pada saat dibutuhkan. Katalisator inilah yang disebut dengan enzim yang mampu mempercepat laju reaksi yang berkisar antara 108 sampai 1020. SIFAT – SIFAT ENZIM Sifat-sifat enzim adalah sebagai berikut: 1 Biokatalisator Enzim mempercepat laju reaksi, tetapi tidak ikut bereaksi. 2 Termolabil Enzim mudah rusak bila dipanaskan sampai dengan suhu tertentu. 3 Merupakan senyawa protein 4 Bekerja secara spesifik.Satu jenis enzim bekerja secara khusus hanya pada satu jenis substrat. Misalnya enzim katalase menguraikan Hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2), sedangkan enzim lipase menguraikan lemak + air menjadi gliserol + asam lemak. F. SUSUNAN ENZIM Secara kimia, enzim yany lengkap (holoenzim) tersusun atas 2 bagian yaitu: 1. Bagian protein disebut Apoenzim yang bersifat labil ( mudah berubah) yang dipengaruhi oleh suhu dan keasaman. 2. Bagian yang bukan protein yang disebut dengan gugus prostetik ( gugusan aktif) yang berasal dari kofaktor. G. KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR 3-DIMENSI ENZIM Setiap enzim terbentuk dari molekul protein sebagai komponen utama penyusunnya dan bebrapa enzim hanya terbentuk dari molekul protein dengan tanpa adanya penambahan komponen lain. Protein lainnya seperti Sitokrom yang membawa elektron pada fotosintesis dan respirasi tidak pula dapat digolongkan sebagai enzim. Selain itu, protein yang terdapat dalam biji juga lebih berperan sebagai bahan cadangan untuk digunakan dalam proses perkecambahan biji. Protein hanya terbentuk dari satu ikatan poloipeptida yang menggumpal membentuk suatu struktur yang bulat atau sperikal, contohnya ribonuklease. Setiap rantai polipeptida atau molekul protein secara sponstan akan membentuk konfigurasi dengan energi bebas terendah. Dalam sitisol sel, asam amino lebih bersifat hidrofobik yang akan mengumpul pada bagian dalam, sedang pada permukaan molekul protein atau enzim asan amino bersifat hidrofilik. H. KOMPERTEMENTASI ENZIM Enzim – enzim yang berperan untuk fotosintesis terdapat pada kloroplas. Enzim yang berperan penting dalam respirasi aerobik terdapat pada mitokondria, sedang enzim respirasi lainnya terdapat dalam sitosol. Kompertemenisasi enzi akan meningkat edisiensi banyak proses yang beralngsung di dalam sel, karena : 1. Reaktan tersedia pada tempat dimana enzim tersedia. 2. Senyawa akan dikonversi dikirim ke arah enzim yang berperan untuk menghasilakn produk sesuai yang dikehendaki dan tidak disimpangkan pada lintasan yang lain. Akan tetapi kompartemenisasi ini tidak bersifat absolut. I. FUNGSI SPESIFIK, NOMENKLATUR dan PENGGOLONGAN ENZIM. a. Fungsi Enzim Yaitu sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi dalam sel maupun di luar sel makhluk hidup. Enzim ini berfungsi sebagai katalis yang sangan efisien dan mempunyai derajat yang tinggi. b. Tata nama dan Kekhasan Enzim Setiap enzim disesuaikan dengan nama substratnya dengan menambahkan “ase” dibelakangnya. Kekhasan enzim asam amino sebagai substrat dapat mengalami reaksi berbagai enzim. c.Penggolongan Enzim Enzim dapat digolongkan ke dalam 6 golongan yaitu : 1. Oksidoreduktase terdapat dua enzimyaitu dehidrogenase dan oksidasi 2. Transferase yaitu enzim yang bekerja sebagai katalis pada reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu senyawa lain 3. Hidrolase yaitu sebagai katalis reaksi hidrolisis 4. Liase berperan dalam proses pemisahan 5. Isomerase bekerja pada reaksi intramolekuler 6. Ligase bekerja pada penggabungan dua molekul Fotosintesis Reaksi fotosintesis dirangkum sebagai berikut: 6CO2 + 12H2O + energy cahaya –> C6H12O6 + 6O2 + 6H2O Oksigen yang dikeluarkan dari tumbuhan berasal dari air dan bukan CO2. Kloroplas menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen. Fotosintesis terdiri dari dua proses. Tahap tersebut adalah reaksi terang dan siklus Calvin. Reaksi terang merupakan tahap fotosintesis yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Kloroplas menyerap cahaya dan cahaya menggerakkan transfer elektron dan hidrogen ke penerima yaitu NADP+ (nikotinamida adenine dinukleotida fosfat). Pada proses ini, air terurai. Reaksi terang pada fotosintesis ini melepaskan O2. Pada reaksi terang, tenaga matahari mereduksi NADP+ menjadi NADPH dengan menambahkan sepasang electron bersama dengan nukleus hidrogen. Pada reaksi terang juga terjadi fosforilasi yang mengubah ADP menjadi ATP. Jadi energy cahaya diubah menjadi energi kimia dengan pembentukan NADPH: sumber dari elektron berenergi, dan ATP; energy sel yang serba guna. Tahap kedua fotosintesis adalah siklus Calvin yang berawal dari pemasukan CO2 ke dalam molekul organik yang telah disiapkan di dalam kloroplas. Proses ini disebut fiksasi karbon. Siklus Calvin mereduksi karbon terfiksasi menjadi karbohidrat melalui penambahan elektron. Energi untuk mereduksi berasal dari NADPH. Siklus Calvin mengubah CO2 menjadi karbohidrat dengan menggunakan ATP hasil dari reaksi terang. Siklus Calvin disebut juga reaksi gelap atau reaksi tak bergantung cahaya karena tidak memerlukan cahaya secara langsung. Pada fotosintesis, cahaya tampak diserap oleh pigmen. Pigmen yang berbeda menyerap panjang gelombang yang berbeda. Klorofila bukanlah satu-satunya pigmen yang penting dalam kloroplas. Tetapi hanya klorofil a yang dapat berperan secara langsung dalam reaksi terang. Pigmen lain dalam membrane tilakoid dapat menyerap cahaya dan mentransfer energinya ke klorofil a. Salah satunya adalah klorofil b. Jika foton cahaya matahari diserap oleh klorofil b, energi kemudian disalurkan ke klorofil a yang beraksi seolah-olah klorofil inilah yang menyerap energi tersebut. Dalam membran tilakoid, klorofil tersusun bersama protein dan molekul organik lainnya menjadi fotosistem. Fotosistem memiliki kompleks antena yang terdiri dari klorofil a, klorofil b dan karotenoid. Jumlah dan keragaman pigmen membuat fotosistem dapat menyerap spectrum yang lebih luas. Saat molekul antena menyerap foton, energi disalurkan ke klorofl a yang terletak pada pusat reaksi. Molekul yang bersama-sama menggunakan pusat reaksi dengan klorofil a adalah akseptor elektron primer. Pada membran tilakoid terdapat fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I memiliki pusat klorofil P700 karena pigmen ini paling baik menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang 700 nm. Pusat reaksi fotosistem II memiliki klorofil yang disebut P680 karena paling baik menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm. Adanya protein yang berbeda menjadi penyebab adanya perbedaan sifat penyerapan cahaya. Aliran Elektron non-siklik Aliran elektron non-siklik dimulai ketika fotosistem II menyerap cahaya , dan electron yang dieksitasi ke tingkat yang lebih tinggi dalam P680 diterima oleh akseptor electron primer. Klorofil yang dioksidasi menjadi agen pengoksidasi yang sangat kuat. Elektron diekstraksi dari air dan dikirimkan ke P680 menggantikan elektron yang keluar dari klorofil. Air diuraikan menjadi hidrogen dan oksigen. Elektron yang terfotoeksitasi mengalir dari akseptor elektron primer ke fotosistem I melalui rantai transport elektron yang terdiri dari satu pembawa elektron yaitu plastokinon (Pq), suatu kompleks yang terdiri atas dua sitokrom , dan protein yang mengandung tembaga yang disebut plastosianin (Pc). Elektron yang menuruni rantai, eksergoniknya berada ke tingkat energi yang lebih rendah dan digunakan oleh tilakoid untuk menghasilkan ATP. Pmbentukan ATP disebut fosforilasi karena digerakkan oleh energi cahaya. Elektron selanjutnya mencapai pusat P700 yang telah kehilangan elektronnya, karena energy cahaya menggerakkan electron dari P700 ke akseptor electron primer pada fotosistem I. Selanjutnya electron ditransfer melalui transfer electron . disalurkan ke feredoksin (Fd). NADP+ reduktase menyalurkan electron dari Fd ke NADP+. NADP+ berubah menjadi NADPH. Aliran Elektron siklik Elektron yang terfotoeksitasi dapat melalui jalur khusus yaitu aliran electron siklik. Aliran ini menggnakan fotosistem I saja. Elektron kembali dari feredoksin ke kompleks sitokrom dank e klorofil P700. NADPH tidak diproduksi tetapi menghasilkan ATP. Proses pembentukan ATP ini disebut fosforilasi siklik. Siklus Calvin Siklus Calvin dibagi menjadi tiga tahap yaitu : Fiksasi karbon. Molekul CO2 diikat pada ribulosa bifosfat (RuBP) dengan bantuan RuBP karboksilase atau Rubisco. Reaksi ini menghasilkan dua molekul 3-fosfogliserat. Reduksi. Tiap molekul 3-fosfogliserat menerima gugus fosfat baru dari ATP menghasilkan 1,3-difosfogliserat. Selanjutnya 1,3 difosfogliserat direduksi oleh sepasang electron dari NADPH menjadi gliseraldehid 3-fosfat (G3P). G3P merupakan gula. Setiap 3 molekul CO2 terdapat 6 molekul G3P, tetapi hanya 1 molekul G3P yang dihitung sebagai selisih perolehan karbohidrat. Satu molekul keluar siklus dan digunakan oleh tumbuhan, sedangkan 5 molekul didaur ulang untuk menghasilkan 3 molekul RuBP. Regenerasi akseptor CO2. Lima molekul G3P disusun ulang dalam langkah terakhir siklus Calvin menjadi 3 molekul RuBP yang siap menerima CO2 kembali. Tumbuhan C4 Tumbuhan C4 memfiksasi karbon dengan membentuk senyawa berkarbon empat sebagai produknya. Tergolong tumbuhan C4 yang penting dalam pertanian adalah tebu, jagung, dan famili rumput. Dalam tumbuhan C4 terdapat dua jenis sel fotosintetik : sel seludang-berkas pembuluh dan sel mesofil. Sel seludang berkas pembuluh tersusun menjadi kemasan yang padat di sekitar berkas pembuluh. Di antara seludang-berkas pembuluh dan epidermis daun terdapat sel mesofil. Siklus Calvin terbatas pada kloroplas seludang-berkas pembuluh. Siklus ini didahului oleh masuknya CO2ke dalam senyawa organik dalam mesofil. Tahap pertama adalah penambahan CO2 pada fosfoenolpiruvat (PEP) untuk membentuk oksaloasetat (memiliki empar karbon). Enzim karboksilase menambahkan CO2 pada PEP. Setelah memfiksasi CO2, sel mesofil mengirim keluar produk berkarbon empat ke sel seludang-berkas pembuluh melalui plasmodesmata. Dalam seludang-berkas pembuluh, senyawa berkarbon empat melepaskan CO2 yang diasimilasi ulang ke dalam materi organik oleh rubisko dan siklus Calvin. Sel mesofil tumbuhan C4 memompa CO2 ke dalam seludang-berkas pembuluh, mempertahankan konsentrasi CO2 dalam seludang-berkas pembuluh cukup tinggi agar rubisko dapat menerima CO2bukan O2. Fotosintesis C4 meminimumkan fotorespirasi dan meningkatkan produksi gula. Tumbuhan CAM Tumbuhan lain seperti tumbuhan sukulen (penyimpan air), kaktus, nenas dan beberapa family lain memiliki adaptasi fotosintesis yang lain. Tumbuhan ini membuka stomata pada malam hari dan menutup pada siang hari. Stomata yang menutup pada siang hari membuat tumbuhan menghemat air tetapi mencegah masuknya CO2. Saat stomata terbuka pada malam hari, tumbuhan mengambil CO2 dan memasukkannya ke berbagai asam organic. Metabolism ini disebut crassulacean acid metabolism (CAM). Sel mesofil tumbuhanCAM menyimpan asam organic yang dibuatnya selama malam hari di dalam vakuola hingga pagi hari. Pada siang hari saat reaksi terang menyediakan ATP dan NADPH untuk siklus Calvin, CO2dilepas dari asam organik yang dibuat pada malam hari itu sebelum dimasukkan ke dalam gula dalam kloroplas. Download Slide Fotosintesis (PPT) Pustaka : Campbell, N.A., Reece, J.B., Mitchell, L.G. 2002. Biologi. Alih bahasa lestari, R. et al. safitri, A., Simarmata, L., Hardani, H.W. (eds). Erlangga, Jakarta. Moore, R., Clark, W.D., Vodopich, D.S. 1998. Botany. McGraw-Hill Companies. USA RESPIRASI Oleh: Subhan Pradana Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi. Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu). Secara umum, respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut: C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi Reaksi di atas merupakan persamaan rangkuman dari reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses respirasi. Reaksi tersebut terlihat sangat sederhana, terlihat seakan respirasi merupakan reaksi tunggal, sehingga mungkin dapat agak menyesatkan karena respirasi yang sebenarnya bukanlah reaksi tunggal. Respirasi merupakan rangkaian dari banyak reaksi komponen, yang masing-masingnya dikatalisis oleh enzim yang berbeda. Respirasi dapat digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan ketersediaan O2 di udara, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob. Respirasi aerob merupakan proses respirasi yang membutuhkan O2, sebaliknya respirasi anaerob merupakan proses repirasi yang berlangsung tanpa membutuhkan O2. Respirasi anaerob sering disebut juga dengan nama fermentasi. Perbedaan antara keduanya akan terlihat pada proses tahapan reaksi dalam respirasi. Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. Manfaat tersebut terlihat dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik, dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting sebagai ”Building Block”. Building Block merupakan senyawa-senyawa yang penting sebagai pembentuk tubuh. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein; nukleotida untuk asam nukleat; dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid seperti antosianin, dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin. Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: Ketersediaan substrat. Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat. Ketersediaan Oksigen. Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara. Suhu. Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies. Tipe dan umur tumbuhan. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan. Proses r1espirasi diawali dengan adanya penangkapan O2 dari lingkungan. Proses transport gas-gas dalam tumbuhan secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Oksigen yang digunakan dalam respirasi masuk ke dalam setiap sel tumbuhan dengan jalan difusi melalui ruang antar sel, dinding sel, sitoplasma dan membran sel. Demikian juga halnya dengan CO2 yang dihasilkan respirasi akan berdifusi ke luar sel dan masuk ke dalam ruang antar sel. Hal ini karena membran plasma dan protoplasma sel tumbuhan sangat permeabel bagi kedua gas tersebut. Setelah mengambil O2 dari udara, O2 kemudian digunakan dalam proses respirasi dengan beberapa tahapan, diantaranya yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus asam sitrat, dan transpor elektron. Tahapan yang pertama adalah glikolisis, yaitu tahapan pengubahan glukosa menjadi dua molekul asam piruvat (beratom C3), peristiwa ini berlangsung di sitosol. As. Piruvat yang dihasilkan selanjutnya akan diproses dalam tahap dekarboksilasi oksidatif. Selain itu glikolisis juga menghasilkan 2 molekul ATP sebagai energi, dan 2 molekul NADH yang akan digunakan dalam tahap transport elektron. Dalam keadaan anaerob, As. Piruvat hasil glikoisis akan diubah menjadi karbondioksida dan etil alkohol. Proses pengubahan ini dikatalisis oleh enzim dalam sitoplasma. Dalam respirasi anaerob jumlah ATP yang dihasilkan hanya dua molekul untuk setiap satu molekul glukosa, hasil ini berbeda jauh dengan ATP yang dihasilkan dari hasil keseluruhan respirasi aerob yaitu 36 ATP. Tahapan kedua dari respirasi adalah dekarboksilasi oksidatif, yaitu pengubahan asam piruvat (beratom C3) menjadi Asetil KoA (beratom C2) dengan melepaskan CO2, peristiwa ini berlangsung di sitosol. Asetil KoA yang dihasilkan akan diproses dalam siklus asam sitrat. Hasil lainnya yaitu NADH yang akan digunakan dalam transpor elektron. Tahapan selanjutnya adalah siklus asam sitrat (daur krebs) yang terjadi di dalam matriks dan membran dalam mitokondria, yaitu tahapan pengolahan asetil KoA dengan senyawa asam sitrat sebagai senyawa yang pertama kali terbentuk. Beberapa senyawa dihasilkan dalam tahapan ini, diantaranya adalah satu molekul ATP sebagai energi, satu molekul FADH dan tiga molekul NADH yang akan digunakan dalam transfer elektron, serta dua molekul CO2. Tahapan terakhir adalah transfer elektron, yaitu serangkaian reaksi yang melibatkan sistem karier elektron (pembawa elektron). Proses ini terjadi di dalam membran dalam mitokondria. Dalam reaksi ini elektron ditransfer dalam serangkaian reaksi redoks dan dibantu oleh enzim sitokrom, quinon, piridoksin, dan flavoprotein. Reaksi transfer elektron ini nantinya akan menghasilkan H2O. ENERGI DAN PRODUKSI PERTANIAN Pertanian pada dasamya berhubungan dengan perubahan energi matahari ke dalam bentuk bahan pangan maupun serat. Penggunaan energi untuk kegiatan tanaman Energi matahari merupakan sumber utama hubungannnya dengan pertumbuhan tanaman, sembilan puluh persen bahan kering tanaman pertanian berasal dari perubahan carbon melalui proses fotosintesis yang tergantung cahaya. Belakangan ini banyak ahli biologi yang mencoba menghitung produktivitas tanaman dengan memperhatikan penangkapan energi matahari dan pengubahannya ke energi kimia melalui proses fotosintesis. Bahan dan hasil akhir proses fotosintesis ditulis sebagai berikut: (energi cahaya 673.000 kalori + klorofil) 6 CO2 + 12 H2O C6H12O6 + 6 O2 + 6 H2O Energi cahaya matahari yang digunakan berasal dari panjang gelombang 0,4 - 0,7 mikron. Efisiensi fotosintesis dipengaruhi oleh laju fotosintesis. Laju fotosintesis akan meningkat dengan meningkatnya cahaya sampai batas-batas tertentu, walaupun laju fotosintesis meningkat dengan meningkatnya intensitas cahaya, tetapi peningkatannya lambat sehingga efisiensi penangkapan cahaya menurun. Apabila intensitas cahaya tinggi secara relatif lebih banyak cahaya tegak yang dipantulkan oleh daun-daun. Masuknya cahaya ke tajuk tanaman dipengaruhi oleh sudut datangnya sinar dan susunan daun, tajuk yang ideal untuk distribusi cahaya mempunyai susunan daun merata, pada bagian atas tajuk mempunyai daun-daun lebih tegak dan lebih kecil sedang daun-daun bawah tersusun secara horizontal. Konsep aliran energi dalam pertanian Dengan menganggap tanaman sebagai alat penangkap, perubah dan penyimpan energi, maka timbul usaha menaikkan efisiensi dan produktivitas tanaman. Didaerah yang padat tanaman, beberapa faktor lingkungan segera menjadi berkurang, cahaya, kelembaban tanah dan unsur hara. Hal ini merupakan faktor pembatas dalam pertanian, pemupukan merupakan salah satu cara yang baik untuk meningkatkan produksi. Efisiensi pertanian dapat diperoleh dengan pcrbaikan tanaman melalui pemuliaan tanaman. Salah satu usaha untuk memperluas alat penangkap energi dengan memperpanjang musim tanam misalnya menggunakan rumah kaca untuk tanaman yang memungkinkan input teknologi dan modal besar seperti tanaman hortikultura di daerah iklim sedang. Usaha mempengaruhi laju fotosintesis dengan cara pertukaran CO2 antara dedaunan dan atmosfer di sekitarnya. Di wilayah yang sebelumnya angin kurang diperhatikan, hasil jagung dapat ditingkatkan bila barisan tanaman diarahkan tegak lurus arah angin, sehingga pucuk tanaman tertiup angin dan terjadi perputaran dan pencampuran udara. Diposkan oleh BioUntirta07 di 07.56 Tidak ada komentar: Poskan Komentar ENZIM DAN RESPIRASI PADA TUMBUHAN I. ENZIM PADA TUMBUHAN 1. SEJARAH TENTANG ENZIM Pada awalnya, enzim dikenal sebagai protein oleh Sumner ( 1926 ) yang telah berhasil mengisolasi urease dari tumbuhan kara pedang. Urease adalah enzimysng dapat menguraikan urea menjadi CO2 dan NH3. Beberapa tahun kemudian Northrop dan Kunits dapat mengisolasi pepsin, tripsin, dan kinotripsin. Kemudian makin banyak enzim yang telah dapat diisolasi dan telah dibuktikan bahwa enzim tersebut ialah protein. Dari hasil penelitian para ahli biokim ternyata banyak enzim mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk golongan protein majemuk. Gugus bukan protein ini disebut dengan kofaktor ada yang terikat kuat pada protein dan ada pula yang tidak terikat kuat oleh protein.. Gugus terikat kuat pada bagian protein artinya sukar terurai dalam larutan yang disebut dengan Prostetik, sedang yang tidak begitu terikat kuat ( mudah dipisahkan secara dialisis ) disebut dengan Koenzim. Keduanya ini dapat memungkinkan enzim bekerja terhadap substrat. 2. PENGERTIAN ENZIM ü Enzim ialah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi dan ikut beraksi didalamnya sedang pada saat akhir proses enzim akan melepaskan diri seolah – olah tidak ikut bereaksi dalam proses tersebut. ü Enzim merupakan reaksi atau proses kimia yang berlangsung dengan baik dalam tubuh makhluk hidup karena adanya katalis yang mampu mempercepat reaksi. Koenzim mudah dipisahkan dengan proses dialisis. ü Enzim berperan secara lebih spesifik dalam hal menentukan reaksi mana yang akan dipacu dibandingkan dengan katalisator anorganik sehingga ribuan reaksi dapat berlangsung dengan tidak menghasilkan produk sampingan yang beracun. ü Enzim terdiri dari apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas protein. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik). 3. PERBEDAAN ENZIN DENGAN KATALISATOR ü Katalisator bersifat umum, hanya berfungsi untuk mempercepat reaksi yang dapat digunakan berulang - ulang ( satu katalisator mampu mereaksikan 2 atau 3 bahkan lebih reaksi) ü Enzim bersifat lebih spesifik hanya digunakan untuk satu reaksi saja ( satu enzim hanya untuk satu reaksi) 4. METABOLISME TUMBUHAN Tumbuhan juga mengahasilkan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari serangan serangga, bakteri, jamur dan jenis patogen lainnya serta tumbuhan itu mampu menghasilkan vitamin untuk kepentingan tumbuhan itu sendiri serta hormon – hormon yang merupakan sarana bagi tumbuhan untuk berkomunikasi antara organnya atau jaringannya dalam mengendalikan dan mengkoordinasi pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam tumbuhan pun terdapat proses metabolisme tumbuhan yang terdiri dari anabolisme ( pembentkan senyawa yang lebih besar dari molekul – molekul yang lebih kecil, molekul ini terdiri dari pati, selulose, protein, lemak dan asam lemak. Prioses ini membutuhkan energi).Sedang katabolisme merupakan senyawa dengan molekul yang besar membentuk senyawa – senyawa dengan molekul yang lebih kecil dan menghasilkan energi. Sel dalam tubuh tumbuhan mampu mengatur lintasan – lintasan metabolik yang dikendalikannnya agar terjadi dan dapat mengatur kecepatan reaksi tersebut dengan cara memproduksi suatu katalisator dalam jumlah yang sesuai dan tepat pada saat dibutuhkan. Katalisator inilah yang disebut denagn enzim yang mampu mempercepat laju reaksi yang berkisar antara 108 sampai 1020. 5. SIFAT – SIFAT ENZIM Sifat-sifat enzim adalah sebagai berikut: 1 Biokatalisator Enzim mempercepat laju reaksi, tetapi tidak ikut bereaksi. 2 Termolabil Enzim mudah rusak bila dipanaskan sampai dengan suhu tertentu. 3 Merupakan senyawa protein 4 Bekerja secara spesifik.Satu jenis enzim bekerja secara khusus hanya pada satu jenis substrat. Misalnya enzim katalase menguraikan Hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2), sedangkan enzim lipase menguraikan lemak + air menjadi gliserol + asam lemak. F. SUSUNAN ENZIM Secara kimia, enzim yany lengkap (holoenzim) tersusun atas 2 bagian yaitu: 1. Bagian protein disebut Apoenzim yang bersifat labil ( mudah berubah) yang dipengaruhi oleh suhu dan keasaman. 2. Bagian yang bukan protein yang disebut dengan gugus prostetik ( gugusan aktif) yang berasal dari kofaktor. G. KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR 3-DIMENSI ENZIM Setiap enzim terbentuk dari molekul protein sebagai komponen utama penyusunnya dan bebrapa enzim hanya terbentuk dari molekul protein dengan tanpa adanya penambahan komponen lain. Protein lainnya seperti Sitokrom yang membawa elektron pada fotosintesis dan respirasi tidak pula dapat digolongkan sebagai enzim. Selain itu, protein yang terdapat dalam biji juga lebih berperan sebagai bahan cadangan untuk digunakan dalam proses perkecambahan biji. Protein hanya terbentuk dari satu ikatan poloipeptida yang menggumpal membentuk suatu struktur yang bulat atau sperikal, contohnya ribonuklease. Setiap rantai polipeptida atau molekul protein secara sponstan akan membentuk konfigurasi dengan energi bebas terendah. Dalam sitisol sel, asam amino lebih bersifat hidrofobik yang akan mengumpul pada bagian dalam, sedang pada permukaan molekul protein atau enzim asan amino bersifat hidrofilik. H. KOMPERTEMENTASI ENZIM Enzim – enzim yang berperan untuk fotosintesis terdapat pada kloroplas. Enzim yang berperan penting dalam respirasi aerobik terdapat pada mitokondria, sedang enzim respirasi lainnya terdapat dalam sitosol. Kompertemenisasi enzi akan meningkat edisiensi banyak proses yang beralngsung di dalam sel, karena : 1. Reaktan tersedia pada tempat dimana enzim tersedia. 2. Senyawa akan dikonversi dikirim ke arah enzim yang berperan untuk menghasilakn produk sesuai yang dikehendaki dan tidak disimpangkan pada lintasan yang lain. Akan tetapi kompartemenisasi ini tidak bersifat absolut. I. FUNGSI SPESIFIK, NOMENKLATUR dan PENGGOLONGAN ENZIM. a. Fungsi Enzim Yaitu sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi dalam sel maupun di luar sel makhluk hidup. Enzim ini berfungsi sebagai katalis yang sangan efisien dan mempunyai derajat yang tinggi. b. Tata nama dan Kekhasan Enzim Setiap enzim disesuaikan dengan nama substratnya dengan menambahkan “ase” dibelakangnya. Kekhasan enzim asam amino sebagai substrat dapat mengalami reaksi berbagai enzim. c.Penggolongan Enzim Enzim dapat digolongkan ke dalam 6 golongan yaitu : 1. Oksidoreduktase terdapat dua enzimyaitu dehidrogenase dan oksidasi 2. Transferase yaitu enzim yang bekerja sebagai katalis pada reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu senyawa lain 3. Hidrolase yaitu sebagai katalis reaksi hidrolisis 4. Liase berperan dalam proses pemisahan 5. Isomerase bekerja pada reaksi intramolekuler 6. Ligase bekerja pada penggabungan dua molekul J. CIRI- CIRI ENZIM Ciri – ciri dari enzim ialah sebagai berikut : 1. Merupakan sebuah protein, Jadi sifatnya sama dengan protein yaitu dapat menggumpal dalam suhu tinggi dan terpengaruh oleh temperatur. 2. Bekerja secara khusus Artinya hanya untuk bekerja dalam satu reaksi saja tidak dapat digunakan dalam beberapa reaksi. 3. Dapat digunakan berulang kali Enzim dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. 4. Rusak oleh panas Enzim tidak tahan pada suhu tinggi, kebanyakan enzim hanya bertahan pada suhu 500C, rusaknya enzim oleh panas disebut dengan denaturasi, 5. Dapat bekerja bolak – balik Artinya satu enzim dapat menguraikan satu senyawa menjadi senyawa yang lain. K. ISOZIM Isozim atau Iso-enzim adalah dalam suatu campuran terdapat lebih dari satu enzim yang dapat berperan dalam suatu substrat untuk memberikan suatu hasil yang sama. Keuntungan bagi tumbuhan yang mengandung isoenzim adalah karena isozim – isozim tersebut akan memiliki tanggapan yang berbeda terhadap faltor – faktor lingkungan. Setiap isozim dihadapkan pada lingkungan kimia yang berbeda dab masing – masing berperan pada posisi yang berbeda dalam lintasan metabolic. L. CARA KERJA ENZIM Molekul selalu bergerak dan bertumbukan satu sama lain. Jika suau molekul substrat menumbuk molekul enzim yangtepat maka akan menempel pada enzim. Tempat menempelnya molekul substrat pada enzim disebut dengan sisi aktif. Ada dua teori yang menjelaskan mengenai cara kerja enzim yaitu: 1 Teori kunci dan gembok Teori ini diusulkan oleh Emil Fischer pada 1894. Menurut teori ini, enzim bekerja sangat spesifik. Enzim dan substrat memiliki bentuk geometri komplemen yang sama persis sehingga bisa saling melekat. 2 Teori ketepatan induksi Teori ini diusulkan oleh Daniel Koshland pada 1958. Menurut teori ini, enzim tidak merupakan struktur yang spesifik melainkan struktur yang fleksibel. Bentuk sisi aktif enzim hanya menyerupai substrat. Ketika substrat melekat pada sisi aktif enzim, sisi aktif enzim berubah bentuk untuk menyerupai substrat. M. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERJA ENZIM Ada banyak faktor yang mempengaruhi kerja enzim, yaitu: 1 Suhu Semakin tinggi suhu, kerja enzim juga akan meningkat. Tetapi ada batas maksimalnya. Untuk hewan misalnya, batas tertinggi suhu adalah 40ºC. Bila suhu di atas 40ºC, enzim tersebut akan menjadi rusak. Sedangkan untuk tumbuhan batas tertinggi suhunya adalah 25ºC. 2 pH Pengaruh pH terhadap suatu enzim bervariasi tergantung jenisnya. Ada enzim yang bekerja secara optimal pada kondisi asam. Ada juga yang bekerja secara optimal pada kondisi basa. 3 Konsentrasi substrat Semakin tinggi konsentrasi substrat, semakin meningkat juga kerja enzim tetapi akan mencapai titik maksimal pada konsentrasi tertentu. 4 Konsentrasi enzim Semakin tinggi konsentrasi enzim, semakin meningkat juga kerja enzim. 5 Adanya aktivator Aktivator merupakan zat yang memicu kerja enzim. 6 Adanya inhibitor Inhibitor merupakan zat yang menghambat kerja enzim. Inhibitor ini terdiri dari : ü Hambatan Reversibel Yang disebabkan oleh terjadinya proses destruksi atau modifikasi sebuah gugus fungsi atau lebih yang terdapat pada molekul enzim. Hambatan reversible dapat berupa hambatan bersaing dan hambatan tidak bersaing. Hambatan bersaing disebabkan karena adanya molekul yang mirip dengan substrat, yang dapat pula membentuk kompleks yaitu kompleks enzim inhibitor (EI), sedang hambatan tidak bersaing ini tidak dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi substrat dan inhibitor yang melakukannya disebut inhibitor tidak bersaing. ü Hambatan tidak Reversibel Hambatan tidak reversible ini terjadi karena inhibitor bereaksi tidak reversible dengan bagian tertentu pada enzim, sehingga mengakibatkan berubahnya bentuk enzim. ü Hambatan Alosterik Hambatan ruang karena enzim tersebut tidak berbentuk hiperbola seperti enzim – enzim ang lain tetapi akan terjadi grafik yang berbentuk sigmoida. II. RESPIRASI PADA TUMBUHAN A. PENGERTIAN RESPIRASI ü Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi ü Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan. ü Ditinjau dari kebutuhannya akan oksigen, rspirasi dapat dibedakan menjadi respirasi aerob yaitu respirasi yang menggunakan oksigen bebas untuk mendapatkan energi dan respirasi anaerob atau biasa disebut dengan proses fermentasi yaitu respirasi yang tidak menggunakan oksigen namun bahan bukunya adalah seperti karbohidrat, asam lemak, asam amino sehingga hasil respirasi berupa karbondioksida, air dan energi dalam bentuk ATP. ü Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu). Secara umum, respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut: C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi Reaksi di atas merupakan persamaan rangkuman dari reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses respirasi. ü Contoh: Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya: C6H,206 + 6 02 ———————————> 6 H2O + 6 CO2 + Energi (glukosa) B. REAKSI PADA RESPIRASI ü Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi, melalui tiga tahap : 1. Glikolisis. 2. Daur Krebs. 3. Transpor elektron respirasi. 1. Glikolisis: Peristiwa perubahan : Glukosa Þ Glulosa - 6 - fosfat Þ Fruktosa 1,6 difosfat Þ 3 fosfogliseral dehid (PGAL) / Triosa fosfat Þ Asam piravat. Jadi hasil dari glikolisis : - molekul asam piravat. - molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi tinggi. - molekul ATP untuk setiap molekul glukosa. 2. Daur Krebs (daur trikarbekdlat): Daur Krebs (daur trikarboksilat) atau daur asam sitrat merupakan pembongkaran asam piravat secara aerob menjadi CO2 dan H2O serta energi kimia 3. Rantai Transportasi Elektron Respiratori: Dari daur Krebs akan keluar elektron dan ion H+ yang dibawa sebagai NADH2 (NADH + H+ + 1 elektron) dan FADH2, sehingga di dalam mitokondria (dengan adanya siklus Krebs yang dilanjutkan dengan oksidasi melalui sistem pengangkutan elektron) akan terbentuk air, sebagai hasil sampingan respirasi selain CO2. ü Produk sampingan respirasi tersebut pada akhirnya dibuang ke luar tubuh melalui stomata pada tumbuhan dan melalui paru-paru pada peristiwa pernafasan hewan tingkat tinggi. C. PROSES AKSEPTOR ATP Ketiga proses respirasi yang penting tersebut dapat diringkas sebagai berikut: 1. Glikolisis: Glukosa ——> 2 asam piruvat 2 NADH 2 ATP 2. Siklus Krebs: 2 asetil piruvat ——> 2 asetil KoA + 2 C02 2 NADH 2 ATP 2 asetil KoA ——> 4 CO2 6 NADH 2 PADH2 3. Rantai trsnspor elektron respirator: 10 NADH + 502 ——> 10 NAD+ + 10 H20 30 ATP 2 FADH2 + O2 ——> 2 PAD + 2 H20 4 ATP Total 38 ATP D. MANFAAT RESPIRASI Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. Manfaat tersebut terlihat dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik, dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting sebagai ”Building Block”. Building Block merupakan senyawa-senyawa yang penting sebagai pembentuk tubuh. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein; nukleotida untuk asam nukleat; dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid seperti antosianin, dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin. Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. E. LAJU RESPIRASI Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: ü Ketersediaan substrat. Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat. ü Ketersediaan Oksigen. Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara. ü Suhu. Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies. ü Tipe dan umur tumbuhan. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan. F. PROSES RESPIRASI ü Proses respirasi diawali dengan adanya penangkapan O2 dari lingkungan. Proses transport gas-gas dalam tumbuhan secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Oksigen yang digunakan dalam respirasi masuk ke dalam setiap sel tumbuhan dengan jalan difusi melalui ruang antar sel, dinding sel, sitoplasma dan membran sel. Demikian juga halnya dengan CO2 yang dihasilkan respirasi akan berdifusi ke luar sel dan masuk ke dalam ruang antar sel. Hal ini karena membran plasma dan protoplasma sel tumbuhan sangat permeabel bagi kedua gas tersebut. Setelah mengambil O2 dari udara, O2 kemudian digunakan dalam proses respirasi dengan beberapa tahapan, diantaranya yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus asam sitrat, dan transpor elektron. Tahapan yang pertama adalah glikolisis, yaitu tahapan pengubahan glukosa menjadi dua molekul asam piruvat (beratom C3), peristiwa ini berlangsung di sitosol. As. Piruvat yang dihasilkan selanjutnya akan diproses dalam tahap dekarboksilasi oksidatif. Selain itu glikolisis juga menghasilkan 2 molekul ATP sebagai energi, dan 2 molekul NADH yang akan digunakan dalam tahap transport elektron. Dalam keadaan anaerob, As. Piruvat hasil glikoisis akan diubah menjadi karbondioksida dan etil alkohol. Proses pengubahan ini dikatalisis oleh enzim dalam sitoplasma. Dalam respirasi anaerob jumlah ATP yang dihasilkan hanya dua molekul untuk setiap satu molekul glukosa, hasil ini berbeda jauh dengan ATP yang dihasilkan dari hasil keseluruhan respirasi aerob yaitu 36 ATP. ü Tahapan kedua dari respirasi adalah dekarboksilasi oksidatif, yaitu pengubahan asam piruvat (beratom C3) menjadi Asetil KoA (beratom C2) dengan melepaskan CO2, peristiwa ini berlangsung di sitosol. Asetil KoA yang dihasilkan akan diproses dalam siklus asam sitrat. Hasil lainnya yaitu NADH yang akan digunakan dalam transpor elektron. ü Tahapan selanjutnya adalah siklus asam sitrat (daur krebs) yang terjadi di dalam matriks dan membran dalam mitokondria, yaitu tahapan pengolahan asetil KoA dengan senyawa asam sitrat sebagai senyawa yang pertama kali terbentuk. Beberapa senyawa dihasilkan dalam tahapan ini, diantaranya adalah satu molekul ATP sebagai energi, satu molekul FADH dan tiga molekul NADH yang akan digunakan dalam transfer elektron, serta dua molekul CO2. Tahapan terakhir adalah transfer elektron, yaitu serangkaian reaksi yang melibatkan sistem karier elektron (pembawa elektron). Proses ini terjadi di dalam membran dalam mitokondria. Dalam reaksi ini elektron ditransfer dalam serangkaian reaksi redoks dan dibantu oleh enzim sitokrom, quinon, piridoksin, dan flavoprotein. Reaksi transfer elektron ini nantinya akan menghasilkan H2O. G. PROSES FOTOSINTESIS DAUN Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dapat terjadi dengan bantuan: ü sinar matahari, ü air, ü garam mineral yang diserap ü serta karbondioksida dari udara diubah menjadi zat makanan yang diperlukan. ü Energi matahari membantu tumbuhan hijau dalam proses pembuatan makanannya. Binatang herbivora memakan tumbuhan, lalu dia dimangsa oleh binatang carnivora (pemakan daging). Bangkai binatang yang membusuk membentuk zat pengurai yang sangat diperlukan untuk proses pertumbuhan akar tumbuhan. ü Tumbuhan membutuhkan sinar matahari, air, dan udara untuk membuat makanannya sendiri. Setiap hari, zat hijau daun pada daun tanaman menyerap cahaya matahari. Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari menjadi karbon dioksida dari udara, dan air dari tanah menjadi makanan yang mengandung gula. Tumbuhan lalu mengeluarkan oksigen sebagai hasil yang tidak terpakai, walaupun sebagian digunakan untuk bernapas. Proses ini disebut fotosintesis. Makanan dapat disimpan di dalam tumbuhan dan digunakan bila diperlukan. Binatang dan manusia mengambil keuntungan dari kemampuan tumbuhan dalam membuat makanannya sendiri. Mereka makan banyak jenis tanaman dan makanan jenis ini menyimpan makanan juga. Contoh tanaman penghasil zat makanan yaitu: -Kentang, yang menyimpan tepung. -Pohon jeruk menghasilkan buah jeruk. -dsb. ü Namun ada juga jenis tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri dan tergantung pada tumbuhan lain. Contohnya: Tanaman saprofit seperti jamur, makanannya berupa sayuran yang membusuk atau bangkai binatang. Parasit seperti liana, pertumbuhan awalnya dimulai dari akar di dalam tanah. Batangnya yang lunak kemudian bercabang dua dan melilit tanaman inang (induknya) untuk menyerap air dan sari makanan. Setelah semua kebutuhannya tercukupi, akar aslinya akan mengering dan mati. Parasit seperti Rafflesia memperoleh makanannya dari akar tumbuhan lain. Rafflesia adalah tumbuhan yang tidak mempunyai daun atau batang. Merupakan bunga terbesar dan bisa mencapai diameter lebih dari 1 m. ü Sebagian besar tumbuhan berdaun hijau. Ini disebabkan tumbuhan berisi pigmen hijau atau zat warna yang disebut zat hijau daun (chlorofil). Hanya di bawah permukaan atas dari daun yang merupakan lapisan-lapisan dari sel-sel khusus, dikenal sebagai sel pagar. Di dalam masing-masing sel terdapat kotak yang sangat kecil berbentuk piringan hitam, disebut chloroplast. Chloroplast ini penuh zat hijau daun. ü Gerakan partikel dari tempat dengan potensial kimia lebih tinggi ke tempat dengan potensial kimia lebih rendah karena energi kinetiknya sendiri sampai terjadi keseimbangan dinamis •Osmosis : gerakan air dari potensial air lebih tinggi ke potensial air lebih rendah melewati membran selektif permeabel sampai dicapai keseimbangan dinamis.

Selasa, 25 Februari 2014

SEJARAH AGAMA HINDU



Oleh:
Faisal Wibowo

I. Pendahuluan 
Tidak bisa dipungkiri bahwa Agama Hindu tidak terlepas dari peradaban zaman India Kuno pada waktu itu. Peradaban yang dilatarbelakangi oleh adat istiadat dn kepercayaan-kepercayaan, sungguh menjadi khazanah wawasan keagamaan tersendiri bagi agama Hindu dan pemeluknya. 

Agama Hindu merupakan salah satu contoh agama yang kami angkat tema pada kali ini merupakan hasil dari sejarah. Dari pada itu sejarah merupakan hal yang mendasari segala aspek kehidupan. Pada kali ini kami ingin memaparkan secara sederhana tentang asal-usul Agama Hindu. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

II. Asal-usul Agama Hindu dan Pembawanya 
Agama Hindu (Bahasa Sanskerta: Sanātana Dharma सनातन धर्म "Kebenaran Abadi", dan Vaidika-Dharma ("Pengetahuan Kebenaran") adalah sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). 

Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini. Agama ini merupakan agama ketiga terbesar di dunia setelah agama Kristen dan Islam dengan jumlah umat sebanyak hampir 1 miliar jiwa. Dalam bahasa Persia, kata Hindu berakar dari kata Sindhu (Bahasa Sanskerta).

Dalam Reg Weda, bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua India, yang salah satu sungai tersebut bernama sungai Indus). Hal ini mendekati dengan kata Hapta-Hendu yang termuat dalam Zend Avesta (Vendidad: Fargard 1.18) — sastra suci dari kaum Zoroaster di Iran. Pada awalnya kata Hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah sungai Sindhu. Hindu sendiri sebenarnya baru terbentuk setelah Masehi ketika beberapa kitab dari Weda digenapi oleh para brahmana. Pada zaman munculnya agama Buddha, agama Hindu sama sekali belum muncul semuanya masih mengenal sebagai ajaran Weda. 

 Agama Hindu sebagaimana nama yang dikenal sekarang ini, pada awalnya tidak disebut demikian, bahkan dahulu ia tidak memerlukan nama, karena pada waktu itu ia merupakan agama satu-satunya yg ada di muka bumi. Sanatana Dharma adalah nama sebelum nama Hindu diberikan. Sanatana dharma yang memiliki makna "kebenaran yg kekal abadi" dan jauh belakangan setelah ada agama-agama lainnya barulah ia diberi nama untuk membedakan antara satu dengan yang lainnya. Sanatana dharma pada zaman dahulu kala dianut oleh masyarakat di sekitar lembah sungai shindu, penganut Weda ini disebut oleh orang-orang Persia sebagai orang indu (tanpa kedengaran bunyi s), selanjutnya lama-kelamaan nama indu ini menjadi Hindu. Sehingga sampai sekarang penganut sanatana dharma disebut Hindu. 

Agama hindu adalah suatu kepercayaan yang didasarkan pada kitab suci yang disebut Weda. Weda diyakini sebagai pengetahuan yang tanpa awal tanpa akhir dan juga dipercayai keluar dari nafas Tuhan bersamaan dengan terciptanya dunia ini. Karena sifat ajarannya yng kekal abadi tanpa awal tanpa akhir maka ia disebut sanatana dharma. Apabila membahas tentang Agama Hindu, kita harus mengetahui sejarah tempat munculnya agama tersebut. India adalah sebuah Negara yang penuh dengan rahasia dan cerita dongeng, masyarakatnya berbangsa-bangsa dan berkasta-kasta, malah ada masyarakat dalam masyarakat, serta sungguh banyak ditemui agama-agama. Bahasa dan warna kulit pun bermacam-macam. 

Pembicaraan mengenai India berarti adalah pembicaraan yang bercabang-cabang. Dipandang dari sudut ethnologi, India adalah tanah yang beraneka penduduknya, dan akibatnya orang dapat melihat kebudayaan yang beraneka pula. Semuanya ini tercermin dalam agamanya. Oleh karena itu barangsiapa mulai mempelajari agama Hindu ia akan segera merasa terlibat dalam sejumlah ajaran-ajaran, sehingga hampir tidak dapat menemukan jalan untuk mengadakan penyelidikan. Sepanjang orang dapat menyelidikinya, maka sejarah kebudayaan India mulai pada zaman perkembangan kebudayaan-kebudayaan yang besar di Mesopotamia dan Mesir. Antara 3000 dan 2000 tahun sebelum Masehi, rupa-rupanya di lembah sungai Sindhu (Indus) tinggallah bangsa-bangsa yang peradabannya menyerupai kebudayaan bangsa Sumeria di daerah sungai Efrat dan Tigris. Berbagai cap daripada gading dan tembikar yang ada tanda-tanda tulisan dan lukisan-lukisan binatang, menceritakan kepada kita bahwa di dalam zaman itu di sepanjang pantai dari Laut Tengah sampai ke Teluk Benggala terdapat sejenis peradaban yang sama dan yang sudah meningkat pada perkembangan yang tinggi. Sisa-sisa kebudayaan tersebut terutama terdapat di dekat kota Harappa di Punjab dan di sebelah utara Karachi. Bahkan disitu diketemukan sisa-sisa sebuah kota, Mohenjodaro namanya, di mana ternyata orang telah mempunyai rumah-rumah yang berdinding tebal dan bertangga. 

Penduduk India pada zaman itu terkenal sebagai bangsa Drawida. Mula-mula mereka tinggal tersebar di seluruh negeri, tetapi lama-kelamaan hanya tinggal di sebelah selatan dan memrintah negerinya sendiri, karena mereka di sebelah utara hidup sebagai orang taklukkan dan bekerja pada bangsa-bangsa yang merebut negeri itu. Mereka adalah bangsa yang berkulit hitam dan berhidung pipih, berperawakan kecil dan berambut keriting. Nama India diambil dari sungai Indus. Perkataan Ind dan Hindu keduanya berarti bumi yang terletak di belakang Sungai Indus, dan penduduknya dinamakan orang-orang India atau orang-orang Hindu. 

Mengenai penamaan Negara India, Gustav Le Bon berkata: “Orang-orang Barat berpendapat bahwa nama Sungai Indus telah dipinjamkan kepada negara yang mengandung berbagai rahasia yang terletak di sebelah belakangnya. Alasan ini tidak diterimanya bulat-bulat sebab nama India itu harus diambil dari nama Tuhan Indra.” Peradaban India telah berlangsung lama. Negara india telah menghasilkan beberapa Filosof agung sebelum Socrates dilahirkan. Di Negara India ini sudah tersebar tanda-tanda ilmu pengetahuan dan bangunan-bangunan yang megah pada suatu masa dahulu ketika Kepulauan Inggris masih dalam keadaan terbelakang. India adalah negara yang penuh dengan keajaiban dan pertentangan, hingga boleh dianggap sebagai sebuah Negara yang mengandung negara-negara. India adalah salah satu pusat peradaban kuno di dunia. 

Dalam hal ini, India menandingi Mesir, Cina, Assyria, dan Bailonia. Tetapi, peradaban India yang mendahului zaman Arya hanya baru dapat diketahui dan ditemukan dengan pengungkapan-pengungkapan baru dalam tingkatan kemajuan yang pernah dicapai oleh India dalam bidang arsitektur, pertanian, dan kemasyarakatan sejak masa 300 tahun SM, yaitu 1500 tahun sebelum kedatangan bangsa Arya. Antara 2000 dan 1000 tahun SM masuklah ke India dari sebelah utara kaum Arya, yang memisahkan diri dari kaum sebangsanya di Iran dan yang memasuki India melalui jurang-jurang di pegunungan Hindu-Kush. Bangsa Arya itu serumpun dengan bangsa Jerman, Yunani dan Romawi dan bangsa-bangsa lainnya di Eropa dan Asia. Mereka tergolong dalam apa yang kita sebut rumpun-bangsa Indo-German. Hinduisme dapat disamakan dengan rimba raja yang penuh dengan pohon-pohonan, tanam-tanaman, tumbuh-tumbuhan dan kembang-kembangan, pendeknya suatu serba ragam yang sulit sekali. Karena Hinduisme memperlihatkan berbagai bentuk dan bermacam-macam gejala-gejala agama. Suatu penyampuradukkan dari pada tokoh-tokoh dewa, bentuk-bentuk kultur, sel-sel agama dan mazhab-mazhab agama berdasarkan filsafat. 

Suatu perbedaan yang rumit antara pernyataan-pernyataan mistik yang sangat murni dan luhur atau pernyataan cinta yang mesra terhadap dewata pemurah yang tunggal dan bentuk-bentuk keagamaan dimana nafsu-nafsu manusia yang rendah dengan sejarah kasar menampakkan dirinya. Gambaran yang diberikan Hinduisme dalam keseluruhannya memang beraneka warna dan mengacaukan. Pesan pertama yang kita dapat ialah bahwa dalam Hinduisme boleh dikatakan terhimpun seluruh sejarah agama dengan segala ragam dan bentuk kesalahannya. Tetapi hal ini justru menambah kesulitan untuk mencoba apa yang mau dilakukan dalam karangan ini, yaitu menggambarkan Hinduisme secara ringkas. Kendati demikian kita harus mencoba membentuk pengertian tentang wujud Hinduisme. Biarpun kita tak dapat berbuat lebih dari pada hanya memberikan sesuatu gambaran dalam garis-garis besar dengan harapan semoga gambaran ini menyerupainya. Hinduisme ialah agama dari pada jutaan penduduk India. 

Tidaklah mudah untuk menentukan dengan kata-kata singkat, apa sebenarnya Hinduisme itu. Oleh karena itu, Hinduisme hamper sama sekali tak mempunyai bentuk dan terlalu merupakan suatu himpunan unsure-uunsur yang tak sama. Tetapi terutama sekali oleh karena terhadap Hinduisme tak dapat dipakai rumusan-rumusan yang biasa dipakai untuk merumuskan apakah agam itu. 

Pertama-tama Hinduisme tak ada pendirinya sehingga kita tak dapat menyimpulkan dari ajaran atau khutbahnya siapa sebetulnya Hinduisme itu. Penganut-penganutnya tak diharuskan mempunyai suatu keyakinan tertentu mengenai Tuhan, manusia dan dunia. Dalam Hinduisme tidak ada suatu pengakuan iman yang dapat dirumuskan dengan jelas yang disetujui oleh semua penganutnya. Juga tidak ada suatu atau bermacam-macam organisasi keagamaannya yang menghimpun semua penganutnya. Lebih tepat rasanya jika Hinduisme kita namakan suau system social yang diperkuat oleh cita-cita keagamaan dan dengan demikian lalu mempunyai tendensi keagamaan. Tak ada seorang pun yang dapat menjadi seorang Hindu dengan jalan menganut suatu agama tertentu. Seseorang adalah Hindu berkat kelahirannya. Keadaan ini meletakkan kewajiban untuk megikuti peraturan-peraturan upacara-upacara tertentu, pada umumnya peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pembagian kasta dan khsusunya pemberian korban dan upacara –upacara keagamaan dan timbul dari pada pembagian kasta tadi. Ikatan-ikatan batin pada upacara yang turun temurun ini sangat kuat. Hal ini nyata sekali pada diri Gandi yang jelas bersimpati terhadap agama Kristen, tetapi tetap tinggal Hindu karena pertaniannya dengan bangsanya dan bubungan batinnya dengan kebudayaan agama sukunya. Bangsa Arya yang turun ke lembah Indus kira-kira 1500 tahun SM yang memberi corak pada kebudayaan India. Bangsa Arya ini satu suku dengan bangsa Iran yang bernabikan Zarathustra. 

Para peneliti berpendapat, dan ini lebih tepat, bahwa bangsa Arya ini berasal dari Asia, dahulunya mereka hidup di Asia Tengah di negeri Turkistan berdekatan dengan Sungai Jihun, kemudian berpindah pula dalam kelompok-kelompok yang besar menuju ke India melalui Parsi, dan mereka juga menuju Eropa. Nyatalah bahwa kedatangan bangsa Arya ke India terjadi pada abad ke-15 SM. Bangsa Arya ini telah memerangi kerajaan-kerajaan yang didirikan oleh bangsa berkulit kuning di India itu dan berhasil mengalahkan sebagaian besar dari mereka serta menjadikan kawasan-kawasan yang dikalahkannya itu sebagai wilayah yang tunduk di bawah pengaruh mereka. 

Bangsa Arya tidak bercampur dengan penduduk India dengan jalan perkawinan, malah mereka menjaga dengan sungguh-sungguh keturunan mereka yang berkulit putih itu, dan menggiring penduduk asli Negara India ke hutan-hutan dan ke gunung-gunung atau menjadikan mereka sebagai orang-orang tawanan yang dinamakan dalam sastra lama Bangsa Arya sebagai Bangsa Hamba Sahaya. Bangsa Arya ini telah meminta pertolongan dari Tuhan mereka “Indra” untuk mengalahkan penduduk India. Di antara bacaan do’a mereka adalah “wahai Indra Tuhan kami! Suku-suku kaum Dasa (budak) telah mengepung kami dari segenap penjuru dan mereka tidak memberikan korban apa-apa, mereka bukan manusia dan tidak berkepercayaan. Wahai Penghancur musuh! Binasakanlah mereka dari keturunannya.” Tentang sejauh mana pengaruh bangsa-bangsa berkulit kuning (Bangsa Turan) dan berkulit putih (Bangsa Arya) di India telah diterangkan oleh Gustav Le Bon: “Bangsa Turan adalah bangsa penyerang yang kuat sekali mengubah penduduk negeri India dari segi fisik dan bangsa Arya juga meninggalkan kesan yang mendalam terhadap bangsa India dari segi budaya. Dari bangsa Turan, penduduk India mengambil ciri ukuran tubuh dan raut muka, dan dari bangsa Arya mereka mengambil ciri bahasa, agama, undang-undang, dan adat-istiadat.” Pertemuan bangsa Arya dan bangsa Turan dengan penduduk asli telah menimbulkan kasta-kasta masyarakat di India dan merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam sejarah negara ini. Dari bangsa Arya terbentuk golongan ahli-ahli agama (Brahmana) dan golongan prajurit (Ksatria). 

Dari bangsa Turan terbentuk pula golongan saudagar dan ahli-ahli tukang (Waisya). Pada mulanya orang-orang Hindu yang bergaul dengan bangsa Turan tidak termasuk dalam pembagian ini, tetapi dalam beberapa zaman kemudian peradaban Arya meresap ke dalam sebagian diri mereka, lalu bangsa Arya pun terbentuk dari kalangan orang-orang Hindu golongan keempat, yaitu golongan pesuruh dan hamba sahaya (Sudra). Penduduk-penduduk asli yang tidak tersentuh dengan peradaban Arya adalah disebabkan karena mereka memisahkan diri dari bangsa-bangsa pendatang itu. Maka, tinggallah mereka jauh dari pembagian ini dan terus menjadi orang-orang yang tersingkir atau terhalau dari masyarakat (out-casts). 

Untuk lebih jauh penjelasan tentang golongan-golongan ini akan dijelaskan pada makalah lain yang akan berbicara tentang golongan-golongan tersebut. Mungkin sekali bangsa-bangsa Arya itu ketika masuk ke India kurang beradab daripada bangsa Drawida yang ditaklukkannya. Tetapi mereka lebih unggul dalam ilmu peperangan daripada bangsa Drawida. Pada waktu bangsa Arya masuk ke India, mereka itu masih merupakan bangsa setengah nomad (pengembara)., yang baginya peternakan lebih besar artinya daripada pertanian. Bagi bangsa Arya, kuda dan lembu adalah binatang-binatang yang sangat dihargai, sehingga binatang-binatang itu dianggap suci. Dibandingkan dengan bangsa Drawida yang tinggal di kota-kota dan mengusahakan pertanian serta menyelenggarakan perniagaan di sepanjang pantai, maka bangsa Arya itu bolehlah dikatakan primitive. Dahulu orang tidak tahu dengan tepat dan selalu memandang kebudayaan yang dibawa oleh bangsa Arya. Tetapi terutama sesudah penggalian-penggalian tersebut di atas, berubahlah pandangan orang dan makin banyak diketahui, bahwa bermacam-macam unsure di dalam kebudayaan India berasal dari kebudayaan Drawida yang tua itu. Umpamanya saja bangsa Arya belum mempunyai patung-patung dewa, bangsa Drawida sudah. Sebuah gejala yang tipik atau khas di dalam agama Hindu ialah pengakuan adanya dewa-dewi induk. Itupun suatu gejala pra-Arya. Demikian pula banyak gejala-gejala Agama Hindu yang rupa-rupanya tidak berasal dari agama bangsa Arya, melainkan berasal dari aama bangsa Drawida. Jadi dapatlah dikonstatir dengan jelas bahwa Agama Hindu sebagai agama tumbuh dari dua sumber yang berlainan, tumbuh dari perasaan dan fikiran keagamaan dua bangsa yang berlainan, yang mula-mula dalam banyak hal sangat berlainan, tetapi kemudian lebur menjadi satu. Di dalam tulisan-tulisan Hinduistis yang tertua, unsur-unsur Arya lah yang sangat besar pengaruhnya. Hal itu tidak mengherankan karena tulisan-tulisan itu berasal dari zaman bangsa Arya memasuki India dengan kemenangan-kemenangan, jadi pengaruh Drawida tentunya belum begitu besar. Agama bangsa Arya kita kenal dari kitab-kitabnya yang mengenai agamanya, yakni kitab-kitab Weda (Weda artinya tahu). Oleh karena itu masa yang tertua dari agama Hindu disebut masa Weda. Maulana Mohamed Abdul Salam al-Ramburi juga berkata: “Umat India mudah menerima apa saja pemikiran dan kepercayaan yang ditemuinya. Di kalangan mereka banyak terdapat pendapat dan kejahilan. Orang-orang berada dalam kebingungan dan bersedia menerima dan mengukuhkan semua ini…. Kepercayaan mereka bermacam-macam, pemikiran mereka bercabang-cabang, gejala ketuhanan merebak, begitu juga ilmu-ilmu kebatinan. Sarana-sarana untuk berfikir dan menyepi telah disediakan di seluruh penjuru negeri India oleh para Pendeta dan Cendekiawan. Lahirlah beberapa pengkajian moral yang diikuti oleh segenap golongan masyarakat. Tersebar jugalah latihan-latihan badan yang berat dan sulit untuk mendapatkan suatu kekuatan yang dapat menguasai kekuatan alam. Pertapaan di gua-gua sebagai suatu pengawasan atas diri adalah menjadi tumpuan, begitu juga pengasingan diri ke hutan-hutan rimba untuk melemaskan tubuh supaya dapat naik mencapai kekuatan rohani.” Oleh karena itu, Negara India terkenal mempunyai banyak agama dan kepercayaan yang menyamai atau hamper-hampir sama banyaknya dengan jumlah bahasa India. Agama Hindu adalah yang termasyhur di antara agama-agama ini dan luas sekali penyebarannya, malah dialah agama umum yang meliputi kebanyakan atau semua orang India. Kadang-kadangn sekiranya mereka atau sebgian dari mereka bangkit menentangnya, penentang-penentang itu lambat laun akan kembali ke pangkuannya. Buku Hinduism telah menerangkan sebab-sebab terjadinya hal demikian dengan menuliskan: “Amat sulit untuk dikatakan bahwa Hinduisme itu adalah suatu agama dalam pengertiannya yang sangat luas. Hinduisme lebih meliputi dan lebih dalam daripada agama. Ini merupakan suatu sifat bagu bentuk masyarakat India dengan aturan berkasta-kasta dan kedudukan tiap-tiap kasta itu di dalam masyarakat. Ini merupakan kehidupan India dengan caranya tersendiri yang dianggap sebagai satu dari semua masalah suci dan masalah hina karena di dalam pemikiran Hindu tidak ada batas yang memisahkan keduanya. Ini merupakan aliran-aliran rohani, moral dan perundangan. Di samping itu, ia juga merupakan prinsip-prinsip, ikatan-ikatan, dan kebiasaan-kebiasaan yang menguasai dan mengendalikan kehidupan Hindu.” Agama Hindu adalah suatu agama yang berevolusi dan merupakan kumpulan adat-istiadat dan kedudukan yang timbul dari hasil penyusunan bangsa Arya terhadap kehidupan mereka yang terjadi pada satu generasi ke generasi yang lain sesudah mereka datang berpindah ke India dan menundukkan penduduk asli itu. Kedudukan bangsa Arya sebagai penakluk negeri yang lebih tinggi daripada kedudukan penduduk asli serta pergaulan mereka telah melahirkan adat-istiadat Hindu itu yang dianggap menurut perputaran sejarah, sebagai suatu agama yang dianut dan dipegang tata susilanya oleh orang-orang India. Kiranya dapat dikatakan bahwa asas Agama Hindu adalah kepercayaan bangsa Arya yang telah mengalami perubahan sebagai hasil dari percampuran mereka dengan bangsa-bangsa lain, terutama sekali adalah bangsa Parsi, yaitu sewaktu dalam masa perjalanan mereka menuju India. Kemudian, kepercayaan-kepercayaan ini menerima kesan pula di negeri India setelah berbenturan dengan pemikiran-pemikiran penduduk asli dan dengan falsafah-falsafah dan pemikiran-pemikiran yang telah ada di India dalam beberapa tingkatan sejarah yang berjauhan hingga Agama Hindu itu menyimpang jauh dari kepercayaan asli bangsa Arya. Agama Hindu lebih merupakan suatu cara hidup daripada merupakan kumpulan kepercayaan. Sejarahnya menerangkan mengenai isi kandungannya yang meliputi berbagai kepercayaan, hal-hal yang harus dilakukan, dan yang boleh dilakukan. Agama ini tidak mempunyai kepercayaan yang membawanya turun hingga kepada penyembahan batu dan pohon-pohon, dan membawanya naik pula kepada masalah-masalah falsafah yang abstrak dan halus. Seandainya Agama Hindu tidak mempunyai pendiri yang pasti maka begitu pula halnya dengan Weda. Kitab suci ini yang mengandung kepercayaan-kepercayaan, adat-istiadat, dan hukum-hukum juga tidak mempunyai pencipta yang pasti. Para penganut agama Hindu mempercayai bahwa kitab ini adalah suatu kitab yang ada sejak dahulu yang tidak mempunyai tanggal permulaan. Kitab ini diwangsitkan sejak awal kehidupan, setara dengan awal yang mewangsitkannnya. Mari kita baca sekilas tentang bangsa Dravida dan bangsa Arya. 

Bangsa Dravida di India 

Penduduk India yang asli pada waktu bangsa Arya menyerbu ke India terutama masuk bangsa Dravida. Bangsa ini ialah penduduk asli yang diketemukan menduduki kota Harappa di Punjab dan di sebelah utara kota Karachi pada tahun 3000-2000 SM. Mula-mula mereka tinggal tersebar di seluruh negeri, tapi lama kelamaan hanya tinggal di sebelah selatan dan memerintah negerinya sendiri, karena mereka sebelah utara hidup sebagai orang taklukkan dan bekerja pada bangsa yang merebut negeri itu. Mereka adalah bangsa yang berkulit hitam dan berhidung pipih, berperawakan kecil dengan rambut keriting. Bangsa Dravida mempunyai peradaban tinggi waktu itu, ternyata di daerah Punjab dan lereng sungai gangga terdapat daerah yang subur yang sudah dikerjakan oleh bangsa Dravida. Dan di kota-kota yang terkenal disebut Mohenjodaro dan Harappa pun sudah dibuat rumah-rumah batu yang dikerjakan oleh mereka. Mereka bercocok tanam dan pandai berlayar menyusur pantai. 

Bangsa Arya

Bangsa Arya ialah suatu bangsa yang masuk ke India kira-kira pada tahun 2000-1000 SM, dari sebelah utara. Mereka ialah kaum yang memisahkan diri dari bangsanya di Iran dan memasuki India melalui jurang-jurang di Pegunungan Hindu Kush. Bangsa Arya itu serumpun dengan bangsa Jerman, Yunani, Romawi, dan bangsa-bangsa lainnya di Eropa dan di Asia. Mereka tergolong apa yang disebut rumpun bangsa Indo-German. Setelah datang di India mereka menetap di daratan sungai Sinhu yang pada zaman itu masih subur jadi di daerah itu mereka telah menjumpai suatu peradaban tua. Di dalam beberapa hal mereka berbeda dengan bangsa Dravida. Mereka berkulit putih dan berbadan tegak, bentuk hidungnya melengkung sedikit. Kemudian mereka telah jauh memasuki India sampai di tepi Sungai Gangga dan sampai di sebelah selatan. Dan disitu mereka makin bercampur dengan bangsa Dravida dan dengan demikian terwujudlah kemudian suatu kesatuan. Berkat peleburan kebudayaan Dravida yang tua itu dengan kebudayaan Arya maka terjadilah kemudian kebudayaan India. 

III. Agama Lembah Sungai Indus 
Peradaban Lembah Sungai Indus 
Penduduk asli Lembah sungai Indus adalah bangsa Dravida yang berkulit hitam. Di sekitar sungai itu terdapat dua pusat kebudayaan yaitu Mohenjo Daro dan Harappa. Mereka sudah menetap di sana dengan mata pencaharian bercocok tanam dengan memanfaatkan aliran sungai dan kesuburan tanah di sekitarnya. Menurut teori kehidupan bangsa Dravida mulai berubah sejak tahun 2000-an SM karena adanya pendatang baru, bangsa Arya. Mereka termasuk rumpun berbahasa Indo-Eropa dan berkulit putih. Bangsa Arya ini mendesak bangsa Dravida ke bagian selatan India dan membentuk Kebudayaan Dravida namun, sebagian lagi ada yang bercampur antara bangsa Arya dan Dravida yang kemudian disebut bangsa Hindu. Oleh karena itu, kebudayaannya disebut kebudayaan Hindu. 

Peradaban Lembah Sungai Indus 
1) Letak Geografis Sungai Indus 
a. Di sebelah Utara berbatasan dengan China yang dibatasi Gunung Himalaya 
b. Selatan berbatasan dengan Srilanka yang dibatasi oleh Samudera Indonesia 
c. Barat berbatasan dengan Pakistan 
d. Timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh 

2) Peradaban sungai Indus (2500 SM) 
a. Kebudayaan kuno India ditemukan di kota tertua India yaitu daerah Mohenjodaro dan Harappa. 
b. Penduduk Mohenjodaro & Harappa adalah bangsa Dravida 
c. Saluran air bagus 
d. Terdapat hubungan dagang antara Mohenjodaro dan Harappa dengan Sumeria. 
e. Perencanaan yang sudah maju 
f. Rumah-rumah terbuat dari batu-bata 
g. Mohenjodaro dan Harappa merupakan kota tua yang dibangun berdasarkan : 
h. Jalan raya lurus dan lebar 

1. Pusat Peradaban 
Peradaban Lembah Sungai Indus diketahui melalui penemuan-penemuan arkeologi-diKota Harappa dan Mohenjodaro. Kota Mohenjodaro diperkirakan sebagai ibukota daerahLembah Sungai Indus bagian selatan dan Kota Harappa sebagai ibukota Lembah Sungai Indusbagian utara. Mohenjodaro dan Harappa merupakan pusat peradaban bangsa India pada masalampau. 

2. Tata Kota 
Di Kota Mohenjodaro dan terdapat gedung-gedung dan rumah tinggal serta pertokoandibangun secara teratur dan berdiri kukuh. Gedung-gedung dan rumah tinggal dan pertokoan itusudah terbuat dari batu bata lumpur. Wilayah kota dibagi atas beberapa bagian atau blok yang dilengkapi jalan yang adaaliran airnya. 

3. Sistem Pertanian dan Pengairan 
Daerah Lembah Sungai Indus merupakan daerah yang subur. Pertanian menjadi matapencaharian utama masyarakat India. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat telahberhasil menyalurkan air yang mengalir dari Lembah Sungai Indus sampai jauh ke daerahpedalaman. Pembuatan saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian menunjukkanbahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki peradaban yang tinggi. Hasil-hasilpertanian yang utama adalah padi, gandum, gula/tebu, kapas, teh, dan lain-lain. 

4. Sanitasi (Kesehatan) 
Masyarakat Mohenjodaro dan Harappa telah memperhatikan sanitasi (kesehatan)lingkungannya. Teknik-teknik atau cara-cara pembangunan rumah yang telah memperhatikanfaktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan yaitu rumah mereka sudah dilengkapi olehjendela. 

5. Teknologi 
Masyarakat Lembah Sungai Indus sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi,Kemampuan mereka dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan budaya yang ditemukan,seperti bangunan Kota Mohenjodaro dan Harappa, berbagai macam patung, perhiasan emas,perak, dan berbagai macam meterai dengan lukisannya yang bermutu tinggi dan alat-alatpeperangan seperti tombak, pedang, dan anak panah 

6.Pemerintahan 
Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Maurya antara lain sebagai berikut : 
a. Candragupta Maurya 
Setelah berhasil menguasai Persia, pasukan Iskandar Zulkarnaen melanjutkan ekspansidan menduduki India pada tahun 327 SM melalui Celah Kaibar di Pegunungan Himalaya.Pendudukan yang dilakukan oleh pasukan Iskandar Zulkarnaen hanya sampai di daerah Punjab.Pada tahun 324 SM muncul gerakan di bawah Candragupta. Setelah Iskandar Zulkarnaenmeninggal tahun 322 SM, pasukannya berhasil diusir dari daerah Punjab dan selanjutnyaberdirilah Kerajaan Maurya dengan ibu kota di Pattaliputra. Candragupta Maurya Menjadi raja pertama Kerajaan Maurya. Pada masapemerintahannya, daerah kekuasaan Kerajaan Maurya diperluas ke arah timur, sehinggasebagian besar daerah India bagian utara menjadi bagian dari kekuasaannya. Dalam waktusingkat, wilayah Kerajaan Maurya sudah mencapai daerah yang sangat iuas, yaitu daerahKashmir di sebelah barat dan Lembah Sungai Gangga di sebelah timur. 

b. Ashoka 
Ashoka memerintah.Kerajaan Maurya dari tahun 268-282 SM. Ashoka merupakan cucudari Candragupta Maurya. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Maurya mengalami masayang gemilang. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasainya. Namun, setelah ia menyaksikankorban bencana perang yang maha dahsyat di Kalingga, timbul penyesalan dan tidak lagimelakukan peperangan. Mula-mula Ashoka beragama Hindu, tetapi kemudian menjadi pengikut agama Buddha.Sejak saat itu Ashoka menjadikan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Setelah Ashokameninggal, kerajaan terpecah-belah menjadi kerajaan kecil. Peperangan sering terjadi dan barupada abad ke-4 M muncul seorang raja yang berhasil mempersatukan kerajaan yang terpecahbelah itu. Maka berdirilah Kerajaan Gupta dengan Candragupta I sebagai rajanya. 

7. Kepercayaan 
Sistem kepercayaan masyarakat Lembah Sungai Indus bersifat politeisme atau memujabanyak dewa. Dewa-dewa tersebut misalnya dewa kesuburan dan kemakmuran (Dewi Ibu).  Masyarakat lembah Sungai Indus juga menyembah binatang-binatang seperti buaya dangajah serta menyembah pohon seperti pohon pipal (beringin). Pemujaan tersebut dimaksudkansebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang dinikmatinya, berupa kesejahteraan dan perdamaian. 

Peradaban lembah sungai Indus diketahui melalui penemuan-penemuan arkeologi di kota Harappa dan Mohenjodaro. Kota Mohenjodaro diperkirakan sebagai ibu kota daerah lembah sungai Indus bagian selatan. Dan kota Harappa sebagai Ibu kota lembah sungai Indus bagian utara. Mohenjodaro dan Harappa merupakan pusat peradaban bangsa India pada masa lampau. 

System kepercayaan masyarakat lembah sungai Indus bersifat politeisme atau memuja banyak dewa. Dewa-dewa tersebut misalnya dewa kesuburan dan kemakmuran. Masyarakat lembah sungai Indus juga menyembah binatang seperti buaya, gajah, serta menyembah pohon seperti pohon beringin, dan lain-lain. Pemujaan tersebut dimaksudkan sebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang dinikmatinya, berupa kesejahteraan dan perdamaian. Bangsa Arya dan bangsa Dravida merupakan bangsa yang memiliki ideology keagamaan yang berbeda satu sama lain, akan tetapi dari kedua ideology agama tersebut, melahirkan suatu agama persatuan dari keduanya, yakni agama Hindu. Interaksi bangsa Dravida dan bangsa Arya menghasilkan Agama Hindu. 

IV. Kesimpulan 
Secara historis, agama Hindu merupakan agama yang berasal dari Negara India. Agama Hindu juga merupakan salah satu agama yang tertua di dunia. Agama Hindu dilihat dari sejaraah mulanya, agama ini merupakan hasil persatuan antara keprcayaan atau agama-agama yang berada di India. Bangsa Dravida merupakan bangsa yang berasal dari dalam India, akan tetapi setelah datangnya bangsa Arya yang telah merebut kekuasaan bangsa Dravida pada waktu itu. Bangsa Dravida pun menghindari dari kecaman bangsa Arya, sehingga bangsa Dravida pergi menuju pedalaman bahkan bertempat di dataran tinggi India. Interaksi antara keduanya juga salah satu dari asal-mulanya agama Hindu. Persatuan yang mendesak bangsa Dravida membuat mereka bercampur dengan bangsa Arya dan melahirkan kepercayaan yang hingga sekarang ada di dunia, yakni agama Hindu. 

V. DAFTAR PUSTAKA 
Thalhas, T. H. Pengantar Studi Ilmu Perbandingan Agama. Jakarta: Galura Pase, 2006. 
Honig Jr, A. G. Ilmu Agama. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 1997. 
Shalaby, Ahmad. Perbandingan Agama; Agama-Agama Besar di India; Hindu-Jaina-Budha. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2001. 
Bleeker, C. J. Pertemuan Agama-Agama Dunia. Jakarta: Sumur Bandung, 1963. 
Rifa’I, Moh. Perbandingan Agama. Semarang: Wicaksana, 1980.

laporan bunga


LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI BUNGA
LAPORAN PRAKTIKUM“BUNGA”(Anggrek, Kamboja, Kembang sepatu, Pepaya, Putri malu)

OLEH :putu eka irawanG111 13 513AGRIBISNIS
LABORATORIUM TANAH DAN KONSERVASI LINGKUNGANFAKULTAS PERTANIANJURUSAN AGROTEKNOLOGIMAKASSAR2013
I.PENDAHULUAN
1.1   Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum morfolgi tumbuhan Yaitu :
  1.   Untuk Mengetahui ciri-ciri morfologi dan anatomi pada bunga
  1.  Dapat mengidentifikasi tumbuhan ciri morfologi dan antomi masing-masing.
  1.   Dapat mengklasifikan tumbuhan berdasarkan berdasarkan ciri yang tampak.

1.2   Teori1.2.1 Bunga       Akar bunga, daun, serta bagian-bagian tumbuhan lainnya yang telah dibicarakan di muka, merupakan bagian-bagian secara langsung untuk mempertahankan kehidupan Tumbuhan itu sendiri selama pertumbuhannya, oleh sebab itu alat-alat tersebut seringkali dinamakan pula alat-alat pertumbuhan atau alat-alat vegetative. Sebelum suatu tumbuhan mati, biasanya olehnya telah dihasilkan suatu alat, yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Alat-alat yang demikian dinamakan alat perkembangbiakan (organum reproductivum), yang dibedakan dalam 2 golongan: yang bersifat vegetatif dan generatifAlat perkembanganbiakan generatif itu bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenisnya tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian kita kenal sebagai bunga. Oleh sebab itu suatu tumbuhan berbiji, jika sudah tiba waktu baginya akan mengeluarkan bunga. Pada bunga inilah terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi peristiwa-peristiwa yang disebut: persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan menghasilkan nagian tumbuhan yang kita sebut buah, yang di dalamnya terkandung biji, dan biji inilah yang nanti akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Dapatlah dimengerti sekarang, bahwa bunga merupakan suatu bagian tumbuhan yang amat penting.
Seperti telah berulang kali diketangahkan, bagian pokok tubuh tumbuhan hanya ada tiga macam, yaitu akar, batang, dan daun, setiap bagian lainnya hanya merupakan penjelmaan ketiga bagian pokok tersebut. Jadi bunga sebagai suatu bagian tumbuhan harus pula merupakan suatu penjelmaan salah satu atau kombinasi ketiga bagian pokok tadi, yang memang demikianlah keadaannya. Dalam uraian mengenai kuncup, telah kita ketahui bahwa ada kuncup yang dapat menjadi bunga yaitu kuncup bunga (alabastrum atau gemma florifera), ada pula yang hanya merupakan cabang baru, ada pula yang menjadi cabang baru dengan bunga.
1.2.2 Sifat-sifat menarik bunga            Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah:a.      Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannyab.      Warnanyac.      Baunyad.      Ada dan tidaknya madu ataupun zat lain
1.2.3  Jumlah bunga dan tata letaknya pada suatu tumbuhanPada suatu tumbuhan ada kalanya hanya terdapat satu bunga saja, misalnya bunga coklat (Zephyranthus rosea Lindl), tetapi umumnya pada suatu dapat ditemukan banyak bunga. Tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja dinamakan tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora), sedang lainnya tumbuhan berbunga banyak (planta uniflora).Jika suatu tumbuhan hanya mempunyai satu bunga saja, biasanya bunga itu terdapat pada ujung batang, jika bunganya banyak, dapat sebagian pada ujung batang atau cabang-cabang. Jadi menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapat membedakan:a.      Bunga pada ujung batang (flos terminalis), misalnya bunga coklat tadi, kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz).b.      Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya pada kembang sepatu (hibiscus rosa sinensis L), kembang telang (Clitoria ternatea L).
Selain dari itu pada suatu tumbuhan dapat kita lihat, bahwa bunganya yang besar jumlahnya itu, dapat:a.      Terpencar atau terpisah-pisah (flores sparsi), misalnya pada kembang sepatu tadi.b.      Berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beraneka ragam. Suatu rangkain bunga dinamakan pula: bunga majemuk (anthotaxis atau inflorescentia), misalnya pada kembang merak tersebut diatas.
1.2.4 Bagian-bagian bunga          Bunga pada umumnya mempunyai bagian-bagian berikut:a.      Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang, padanya seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau, yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke bunga.b.      Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek. Sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya lalu tampak duduk dalam satu lingkaran.c.      Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat yang masih jelas. Biasanya hiasan bunga dapat dibedakan dalam dua bagian yang masing-masing duduk dalam satu lingkaran. Jadi bagian bagian hiasan itu umumnya tersusun dalam dua lingkaran:
1.      Kelopak (kalyx), yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubungnya, yang melingdungi kuncup tadi terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Kelopak terdiri atas beberapa daun kelopak (sepala). Daun-daun kelopak pada bunga dapat berlekatan satu sama lain, dapat pula terpisah-pisah.2.      Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran  dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi. Warna bagian inilah yang lazimnya merupakan warna bunga. Mahkota bunga terdiri atas sejumlah daun mahkota (petala), yang seperti halnya dengan daun-daun kelopak dapat berlekatan atau tidak.d.    Alat-alat kelamin jantan (androcium): bagian ini sesungguhnya juga merupakan metamorfosis daun yang menghasilkan serbuk sari. Pada bunga benag-benang sarinya dapat pula bebas atau berdekatan. Ada yang tersusun dalam satu lingkaran ada pula yang dalam dua lingkaran. Bahwa bagian ini merupakan penjelmaan daun. Masih dapat terlihat misalnya pada bunga tasbih (Canna hybrid Hort). Yang benag sari nya yang mandul berbentuk lembaran-lembaran menyerupai  daun-daun mahkota.e.    Alat-alat kelamin betina (gynaecium), yang pada bunga merupakan bagian yang biasanya disebut putik, juga putik terdiri atas metamorfosis daun yang disebut daun buah. Pada bunga dapat ditemukan satu atau beberapa putik, dan setiap putik dapat terdiri atas beberapa daun buah, tetapi dapat pula hanya terdiri atas satu daun buah. Kalau ada beberapa daun buah, maka biasanya semuanya akan tersusun sebagai lingkaran bagian-bagian bunga terakhir.




Melihat  bagian-bagian yang terdapat pada bunga (tangkai dan dasar bunganya tidak diperhitungkan), maka bunga dapat dibedakan dalam:a.      Bunga lengkap atau bunga atau bunga sempurna (flos completusl), yang dapat terdiri atas: 1 lingkaran daun-daun kelopak, 1 lingkaran daun-daun mahkota, 1 atau 2 lingkaran benang-benang sari dan satu lingkaran daun-daun buah. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun dalam 4 lingkaran dikatakan: bersifat tetrasiklik, dan jika bagian-bagiannya tersusun dalam 5 lingkaran: pentasiklik.b.      Bunga tidak lengkap atau bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurna (flos incompompletes), jika salah satu bagian hiasan bunganya atau salah satu alat kelaminnya tidak ada. Jika bunga tidak mempunyai hiasan bunga itu deisebut telanjang (nudus), jika hanya mempunyai salah satu dari kedua macam alat kelaminnya, dinamakan berkelamin tunggal (unisexual).
1.2.5 Kelamin bunga          Seperti telah diuraikan di atas, bunga biasanya mempunyai dua macam alat kelamin. Dan justru alat-alat itulah yang sesungguhnya merupakan bagian bunga terpenting. Karena dengan adanya alat-alat tersebut dapat kemudian dihasilkan alat-alat perkembangbiakan atau calon tumbuhan baru.          Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga, orang membedakan:a.      Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus), yaitu bunga, yang padanya terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina). Bunga ini seringkali dinamakan pula bunga sempurna atau bunga lengkap, karena biasanya pun jelas mempunyaihiasan bunga yang terdiri atas kelopak dan mahkota, misalnya bunga terung (solanum melongena L).b.      Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika pada bunga hanya terdapat salah satu dari kedua macam alat kelaminnya.berdasarkan alat kelamin yang ada padanya dapat dibedakan lagi dalam:1.      Bunga jantan (flos masculus), jika pada bunga hanya terdapat benang sari tanpa putik, misalnya bunga jagung yang terdapat di bagian atas tumbuhan.2.      Bunga betina (flos femineus), yaitu bunga yang tidak mempunyai benag sari, melainkan hanya putik saja, misalnya bunga jagung yang tersusun dalam tongkolnya.c.    Bunga mandul atau tidak berkelamin, jika pada bunga tidak terdapat baik benang sari maupun putik, misalnya bunga pinggir (bunga pita) pada bunga matahari (helianthus annuus .)
Penelitian mengenai jenis kelamin bunga, menunjukkan bahwa satu batang tumbuhan, misalnya sebatang tanaman jagung, dapay memperlihatkan dua macam bunga, yaitu bunga jantan yang tersusun sebagai bulir majemuk pada ujung tanaman dan bunga betina yang tersusun sebagai tongkol dan terdapat dalam ketiak-ketiak daunnya. Bertalian dengan kelamin bunga yang terdapat pada suatu tumbuhan, orang yang membedakan tumbuhan yang:a.    Berumah satu (monoecus), yaitu tumbuahn yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina pada satu individu (satu batang tumbuhan), misalnya jagung (zeay mays L), mentimun (cucumis sativum L), jarak (Ricinus communis L.).b.    Berumah  dua (dioecus), jika bunga jantan dan bunga betina terpisah tempatnya, artinya ada individu yang hanya mendukunng bunga jantan saja, dan ada individu yang hanya mendukung bunga betina saja, misalnya salak (Zalacca edulis Reinw) .c.    Poligam (polygamus), jika pada suatu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga banci bersama-sama, misalnya  pada papaya (carica papaya L). biasanya poligami dimaksud untuk menunjukkan sifat tumbuhan bertalian dengan sifat bunga tadi yang memperlihatkan suatu kombinasi bukan beruamh satu dan juga berumah dua.

II.METODOLOGI
2.1 Alat :

a. Buku gambar A3                                                     b. Pensil




c.Pensil warna                                                                        d.Penggaris




d.Cutter                                                                       e.lap halus






f.Lab kasar                                                                g.Penghapus




2.2 BahanBunga anggrek  (Zea mays L)
  1.    Bunga kamboja  (Bambusa multiplex (lour) Raeuschel)
  1.    Bunga kembang sepatu (Artocarpus integer Merr)
  1.   Bunga pepaya  (Maringe olifera Lam)
  1.     Bunga putri  malu (Mangifera indica L)


2.3 Cara kerja
a.    Menyiapkan alat yang diperlukan saat praktikum  dan memastikian bahwa peralatan yang digunakan dalam berfungsi normalb.    Siapkan bunga tanaman anggrek, kamboja, kembang sepatu, , papaya, dan putri malu  diatas meja.c.    Kemudian gambarlah tanaman tersebut sesuai dengan bentuk morfologi dan  anatomi bunganya.d.    Pisahkan bunga-bunga tersebut sesuai dengan ciri morfologinya dan anatominya masing-masing.e.    Lalu tempel bunga tanaman tersebut pada buku gambar.f.     Bandingkan ciri-ciri morfologi bunga pada tanaman tersebut.








III.HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Morfologi Tanaman
3.1.1  Anggrek (Apendicula elegans Rchb. f)
a.    KlasifikasiKingdom           : PlantaeSubkingdom     : TracheobiontaSuper Divisi      : SpermatophytaDivisi                 : Magnoliophytakelas                 : LiliopsidaSub Kelas         : LiliidaeOrdo                 : OrchidalesFamili                : OrchidaceaeGenus               : ApendiculaSpesies             : Apendicula elegans Rchb. f                         b.    BungaBunga anggrek berbentuk khas dan menjadi ciri yang membedakannya dari anggota suku lain. Bunga-bunga anggrek tersusun majemuk, muncul dari tangkai bunga yang memanjang, muncul dari ketiak daun, Bunganya simetri bilateral. Helaian kelopak bunga (sepal) biasanya berwarna mirip dengan mahkota bunga (sehingga disebut tepal). Satu helai mahkota bunga termodifikasi membentuk semacam lidah yang melingdungi suatu struktur aksesoris yang membawa benang sari dan putik.



3.1.2 Kamboja putih (Plumeria alba)
a.   KlasifikasiKingdom                        : PlantaeSubkingdom      : TracheobiontaSuper Divisi       : SpermatophytaDivisi                  : Magnoliophytakelas                  : MagnoliopsidaSub Kelas          : AsteridaeOrdo                  : GentianalesFamili                 : ApocynaceaeGenus                : PlumeriaSpesies              : Plumeria alba                         b.   BungaBunga dalam malai rata berkumpul di ujung ranting, kelopak kecil ,sisi dalam tanpa kelenjar, mahkota berbentuk corong, sisi dalam berembut, sisi luar kemerahan atau putih, sisi dalam agak kuning, putih, atau merah, berbau harum. Tangkai putik pendek, tumpul, lebar, bakal buah satu atau dua, saling berjauhan, berbentuk tabung gepeng memanjang, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm.








3.1.3 Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L)
a.    KlasifikasiKingdom             : PlantaeSubkingdom       : TracheobiontaSuper Divisi        : SpermatophytaDivisi                  : Magnoliophytakelas                   : MagnoliopsidaSub Kelas           : DilleniidaeOrdo                   : MalvalesFamili                 : MalvaceaeGenus                : HibiscusSpesies              : Hibiscus rosa-sinensis L
b.      BungaBunga berbentuk trompet dengan diameter bunga sekitar 6 cm. hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah.











3.1.4 Pepaya (Carica papaya L)
a.    KlasifikasiKingdom                        : PlantaeSubkingdom      : TracheobiontaSuper Divisi       : SpermatophytaDivisi                  : Magnoliophytakelas                  : MagnoliopsidaSub Kelas          : dilleniidaeOrdo                  : ViolalesFamili                 : CaricaaceaeGenus                : CaricaSpesies              : Carica papaya L
b.    BungaPepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.  Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci.



3.1.5 Putri malu (Mimosa pudica)
a.    KlasifikasiKingdom                        : PlantaeSubkingdom      : TracheobiontaSuper Divisi       : SpermatophytaDivisi                  : Magnoliophytakelas                  : MagnoliopsidaSub Kelas          : RosidaeOrdo                  : FabalesFamili                 : FabaceaeGenus                : MimosaSpesies              : Mimosa pudica
b.    BungaPutri malu juga memiliki bunga majemuk yang bunga majemuknya berbentuk bongkol yaitu bunga ini memiliki bentuk seperti cawan tetapi tanpa daun-daun pembalut, dan ujung ibu tangkai daunnya biasanya membengkak, sehingga bentuknya menyerupai bola. Bunga majemuk ini memiliki tipe bunga tak berbatas karena tidak memiliki bunga penutup. Dan bagian-bagian dari bunga sikejut yang dapat dilihat adalah ibu tangkai bunga, tangkai bunga yang pendek yang ujungnya membengkak dan tangkai bunga yang ujung bunganya tidsak membengkak.







IV.KESIMPULAN DAN SARAN
4.1  KesimpulanAlat perkembanganbiakan generatif itu bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenisnya tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian kita kenal sebagai bunga. Oleh sebab itu suatu tumbuhan berbiji, jika sudah tiba waktu baginya akan mengeluarkan bunga. Pada bunga inilah terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi peristiwa-peristiwa yang disebut: persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan menghasilkan nagian tumbuhan yang kita sebut buah, yang di dalamnya terkandung biji, dan biji inilah yang nanti akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Dapatlah dimengerti sekarang, bahwa bunga merupakan suatu bagian tumbuhan yang amat penting.
Sifat-sifat menarik bunga            Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah:a.   Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannyab.   Warnanyac.   Baunyad.   Ada dan tidaknya madu ataupun zat lain
4.2 SaranSebelum diadakan praktek, sebaiknya diawali dengan pembahasan agar dalam praktikum nanti bisa lebih lebih mudah dalam mengidentifikasi suatu tanaman suatu tanaman.


apakah pendapat anda tentang blog ini?

RAMALAN CUACA

pendaftaran FMA

Powered byEMF HTML Contact Form

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Recent Posts

Social Media Sharing by CB Bloggerz

facebook

twitter