putubayong.blogspot.com

Jumat, 06 Desember 2013

cara edit fotoshop



Membuat efek dispersion sangatlah mudah jika menggunakan brush tool.  Brush yang digunakan adalah jenis splatter dan cipratan cat. anda bisa download di fan page belajar photoshop. dengan bermain efek ini foto seolah tercerai berai seperti air.
Description: destorasi3 
1. Usahakan foto yang lagi loncat
Description: destorasi  
2. Duplikat layer 1 (saya memberikan nama layer 1) dengan Ctrl+J. akan muncul Layer 1 copy . Perbesar ukuran Layer 1 copy, anda cukup tekan Ctrl+T dan atur besarny dengan klik kiri.

Description: destorasi5
Description: destorasi2

3. Buatlah masking pada tiap layer. Layer 1 dengan masking warna putih dan layer 1 copy dengan masking warna hitam, untuk membuat jadi hitam tekan Ctrl+I pada layer 1 copy. bagi yang tidak tahu masking buka latihan apa tiu masking?

Description: destorasi6
4. Pilih Brush tool dan tentukan jenisnya menjadi spaltter, Untuk latihan brush tool buka cara menggunakan brush tool. aturlah warna pada layer 1 copy. seperti di bawah, jika sudah lakukan klik dengan menggunakan brush tool tadi. pada area luar foto

Contoh brush di Devianart

Description: destorasi9
Lakukan beberapa kali dengan bentuk yang berbeda

Description: destirasi7
5. Sekarang pilih Layer 1. tentukan warnanya seperti pada gambar
Description: destorasi10
lakukan klik pada area dalam pohot, 

Kesimpulan perbedaan layer 1 dengan masking putih dan layer 1 copy dengan masking hitam, masking putih berfungsi untuk menghapus sedangkan masking hitam untuk memunculkan gambar.
Description: destorasi4
Lakukan dengan serapih mungkin, aturlah jenis dan ukurannya.
Description: destorasi3
Diposkan 1st March oleh barka fitria

  • Pertama-tama, buka foto tersebut dengan cara menekan tombol Ctrl + O pada keyboard anda.
  • Duplikasikan Layer foto tersebut dengan cara tekan tombol Ctrl + J pada keyboard.
  • Kemudian tekan tombol L untuk meng-aktifkan menu Levels.
  • Tarik Slider tengah ke arah sudut kanan dan klik OK (bagian ini akan membuat gambar menjadi semakin gelap).
  • Duplikasikan kembali Layer 1 dengan menekan tombol Ctrl + J pada Keyboard.
  • Ubah Blending Modenya dari normal menjadi SCREEN.
  • Kemudian pilih Menu Filter > Blur > Motion Blur, pada pengaturan Motion Blur tentukan Angle sebesar 45 derajat dan Distance sebesar 500, klik tombol OK.
  • Selanjutnya tekan Ctrl + F untuk mengulang efek Blur dan Tekan Shortcut SHIFT + CTRL + L untuk meng-aktifkan Auto Levels.
  • Pilih Layer 1 dan tekan tombol Ctrl + J pada Keyboard, sehingga tercipta lagi 1 layer baru bernama Layer 1 Copy 2.
  • Ubah Blending Modenya dari normal menjadi Screen. Pilih menu Filter > Blur > Motion Blur.
  • Buat Anglenya sebesar -45 derajat, Distance sebesar 500, klik tombol OK.
  • Tekan tombol Ctrl + F pada keyboard, di lanjutkan dengan menekan tombol Shift + Ctrl + L untuk meng-aktifkan Auto Levels.
  • Kemudian, pilih Layer teratas dan tekan tombol Ctrl + E untuk menggabungkan Layer. Klik Icon mata pada Layer 1 untuk menyembunyikan Layer tersebut.
  • Tekan Ctrl + L untuk meng-aktifkan jendela Levels, tarik kembali slider tengah ke arah kanan, hingga input levels bernilai 0, 0.50, dan 255.
  • Terakhir, klik tombol OK.
















Anda pasti pernah melihat dua objek foto yang digabung menjadi satu hingga terlihat hidup dan realistis. Dan untuk anda yang masih belum tahu soal tehnik ini pasti bertanya-tanya, bagaimana sih cara membuatnya
Oke…saya akan sedikit memberikan tips tentang langkah-langkah bagaimana menggabungkan dua objek dengan mask menggunakan software Photoshop.

Untuk Tutorial ini saya akan coba dengan menggabungkan objek sebuah danau dengan objek batu karang. Mari kita ikuti langkah-langkahnya.

LANGKAH 1
Buka objek danau dan objek batu karang, kemudian drag objek batu karang ke objek danau.

LANGKAH 2
Posisikan dahulu objek batu karang agar sesuai dengan objek danau. Kemudian klik layer batu karang, dan klik ikon ADD VECTOR MASK.

Description: http://farm3.static.flickr.com/2804/4101300392_d5909911e6_m.jpg 












LANGKAH 3
Klik GRADIENT TOOL, lalu pilih yang FOREGROUND TO TRANSPARANT dan pastikan FOREGROUND COLOR diset dengan warna hitam. Jangan lupa ganti modenya menjadi MULTIPLY.

Description: http://farm5.static.flickr.com/4011/4650038491_094dfb26d7.jpg





Description: http://farm5.static.flickr.com/4008/4650038489_bba62ef064.jpg
LANGKAH 4
Drag GRADIENT dari atas ke bawah pada objek batu karang. Anda bisa mengulangi lagi langkah diatas hingga seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Description: http://farm3.static.flickr.com/2498/4101300398_e0bdc07a1a_m.jpg 







LANGKAH 5
Ulangi langkah diatas, tapi dari arah kiri ke kanan.

LANGKAH 6
Agar kedua objek terlihat realistis klik BRUSH TOOL, atur OPACITY nya menjadi 50%, lalu sapukan BRUSH TOOL pada objek batu karang hingga sempurna.

Description: http://farm3.static.flickr.com/2602/4101300396_f3d70e2446_m.jpg 







  

Description: http://farm3.static.flickr.com/2803/4101321758_f57e2c8168_m.jpg 


Inilah hasilnya, lumayan kan…






Description: http://farm3.static.flickr.com/2546/4101321752_1a0ab83eeb_m.jpg







 Itulah sedikit tips dari saya, semoga bermanfaat untuk kita semua…
Bagi para master Photoshop mohon pencerahannya bila tehnik yang saya pakai ini masih kurang sempurna.
Bagi yang masih kurang jelas bisa bertanya di kolom komentar dibawah ini.
SELAMAT BERKARYA…



Di Tahun yang baru dengan tutorial yang baru, bagi yang nyimak dari bulan kemarin sekarang tutorial akan diperbanyak dengan tingkat menengah, jika ada pertanyaan bagaimana cara nya, bagaimana menggunaknnya,? Harap cari di artikel sebelumnya..

Description: DSC03472+copy

1. Untuk membuat manipulasi ini kita harus memiliki konsep seolah kita sedang melakukan pengecatan, melukis atau menggambar. anda bisa menggunakan alat tulis atau alat lukis sebagai asesorisnya.

Description: sketsa+pensil+dengan+brush

2. Duplikat dengan menekan ctrl+J
Description: sketsa+pensil+dengan+brush2

3. Pilih Layer Background dan Buka RedfIield Fractalius, jika belum punya ambil di Disini. Atur lah seperti pada gambar di bawah.
Description: sketsa+pensil+dengan+brush3

Description: sketsa+pensil+dengan+brush4
 3. Pilihlah Layer 1, Siapkan penghapus dengan menggunakan Eraser Tool, Ganti dengan jenis Spaltter. Jika belum punya ambil disini.
Description: sketsa+pensil+dengan+brush5

Description: sketsa+pensil+dengan+brush6

4. Hapuslah pada beberapa bagian yang menurut anda harus dihapus.
Description: sketsa+pensil+dengan+brush7

Hasil Akhir
Description: DSC03472+copy









Membuat efek kaca pecah di Photoshop



  1. Buka foto/gambar yang akan kita beri efek kaca pecah, disini Saya menggunakan wallpaper Windows 7

    Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi__1p2fOmBk4zBxlZwsjRv3yyJb91_xu9rjXl3MhUDFZh3o9aRQE7ZU7EoMzLCCMkq4pJDWSUYClZnjG0B9sErg822lNss9vrPnXzAAS7lkn_Ei_7bhqei2Pjdod4H1G3U1Ok4jBVizgfe/s200/Windows-7-Build-7232.jpg
  2. Buat layer baru

    Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidJm_w9bsjtBwKCj-oFc-A3CoJluAdZfRDn38Ao8YONSvACWu9b-ZCSnQiTg_-FAoXIXNJmR7vo_uCbio82lDrROsRe33V9E6QeaK8-mKpqF11ht8PjsHJ8_EGGyGRJ9X0hyphenhyphenOBYTgRKsAU/s200/new-layer.gif
  3. Klik Brush tool, lihat gambar
    Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO9CDdcwnls_-y7LgpLWwbDvUfyzimyNGT_luSUYAalKNb3YMIh2N5bUpgiuWy3fbhm42KeIoCfO_JS0ftLpPKwNPGSC0JVj4ZNwH91M1xFbO6gLuxETrYvAvpTqxa_jAXXLHQWYX4bsm3/s320/brush-tool.gif
  4. Ubah warana foreground menjadi putih dengan cara tekan tombol “D” (default) kemudian “X”, sehingga hasil brush berwarana putih

    Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgytsoQrs9Wv7Y5HQVZCVeSSFK4XRBZPUQSlfhmWALpvlvajRQldN4H21-8CHlkhkP2c60JKQ0WVIgOZLBnQ4vvmlb-4MlWDdLJyeJYdfElJILetgxyK7__Yi_RzRCcznMS1GaMSIFrm0LS/s200/set-foreground.gif
  5. Duplikat Layer 1 sebanyak 3 kali dengan cara tekan tombol CTRL+J kemudian gabungkan ke 4 layer tersebut dengan cara tekan tombol CTRL+klik layer, kecuali layer Background lalu tekan CTRL+E
    Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYUxHnVUOk_BdR54Lrq5dxfgiRPUpNPk2UuqrWi7CmEeDIqqfJJKOvHzrTEACSPF4RsBnR6uICDwVQrHyLvap40T3_Y0AZmMgFi-NJp2Vkn9r1pN-xET-84_s1UIVyvCtDcIEeS7cPyCgX/s200/merge-layer.gif

  6. Tekan “D” untuk mengubah foreground menjadi hitam, klik Magic Wand tool kemudian buatlah seleksi seperti pada gambar
    Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4kwQrH_P0Y9MAJG47kG27W8PSiiTQbkUIykmBUb0TKpm-sXv4AKFDflNZTcYeaVzEDnGu_6Hm6GsnvG9RK1JPs57K3WVv8get00Ynu-mHQQDAoJdYlqmRTAN2313VJL0H-7RRbOM-Ak_X/s200/selection.gif
  7. Tekan ALT+Backspace untuk memberi waran hitam pada seleksi, tekan CTRL+D untuk menghilangkan seleksi
    Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVlRUUc5oSgbcjzMNYBFKHZ_i8AW22YRCeV92ugZiaVsLS_Z9-E8zBtRwolQSYP30Qtfwpr53AOdb8DhhqtNm3I5mM4c2DHEsy18ONCc_OEVVz_QZ639JPc7ILZfCkF0LRRAknIczeWs9m/s200/altbackspace.gif
  8. Hasilnya

    Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii9wveq-BxThIJ_Nq-UeB_-qw49j55tntM0fxTwwnEAatBaRjeoTwIJn66EmQt-CveqhnVx9AWhChwlQfu-5dkFULsQye85Klejmj_BDVIOrJ6lU6ZvkNl07Gns-8Rt3TDEIzdWNNdhDPk/s200/efek+kaca+pecah.jpg

    Selamat mencoba !!

















Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjps2_0zHKrD_p3262iITUAVhWY2OrjqZbVDLmEas3Zoe2td3-oqmqobP6n6viNEt4VDPQ48WI1t3n_DmYZt7ZnAIvVC7ReHpoGMj3NAHdpi1m1sc-ZGPkPrPciApMAoxVZzyhO_ldzqtlv/s320/najihh.jpg


Alhamdulillah saya haturkan, pada kesempatan kali ini ganjaran-ngelmu bisa berbagi ilmu lagi ni, tema kali ini adalah membuat gambar atau foto menjadi efek ganda seperti naruto yang pakai kage bunshin no jutsu jadi seribu bayangan dan angling darmo yang pake rogo sukmo biar jadi 2. Nah? dari pada jauh-jauh ke jepang tanya naruto atau ke kuburannya angling darmo, buat minta di ajarin caranya. Alternatifnya adalah pake PHOTOSHOP. Pastinya banyak yang bilang WOUWW jika melihat. Dari pada tambah penasaran, langsung aja cekidot gann!

Caranya:

1.      Perlu diperhatikan sebelum kita masuk lebih dalam lagi ke tutorial ini, sebaiknya foto atau gambar yang akan kita edit sudut dan letak foto (objeknya) harus sama. Disini saya gabungkan 3 foto. Contoh:


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIl_y-KSw7kf8jt31CLHimfed9q0G3k3IIX8YrXqjBHAUYGbn23pN7gQQa4KArRnHnISHCKH4fZJ9g7NxVmwZ8nwPS_BvY3OWb5jGl837HBzMqq8U8CJz0Osoc-cfK3KtEUDyVbGFcbtXb/s320/DSC04569.jpg

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3svh7FxB02fkAJ4y448s2W3n83kOOyhu3dS06yvfLbzMyIIPxmveZSUZ4r_knqwCiEyGosmg08E67JBw49Ta-b1DTS9Tw70r0W6BQIh08hXL5MLdgvOFs3GM6-VCtKQ9lOs51f5z06vDM/s320/DSC04570.jpg

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWnl66rAj3bsS0S-WELGlw8-1C5XyuW4QhBk09Jeijq6ZBY4KtobQeJTAReRemevwfRrXPNmO-5mko2egZ6p3gxVeEyno3fj506BSo5lFokDZFYCnflVIAmTbJ0i0QUxEEJgrMrxPtbXZ5/s320/DSC04571.jpg


2.      Buka aplikasi Addobe Photoshop ( CS berapa pun bisa )

3.      Masukan file atau foto yang akan di edit atau di pilih tadi (usahakan pilihlah gambar dengan contrast yang bagus dan jelas). Caranya: klik FILE lalu pilih OPEN (CTRL+O)

4.      Setelah itu, karena jendelanya ada 3 (3 foto yang berdiri sendiri sendiri). Maka dari 3 jendela itu kita buat atau pakai 1 jendela saja caranya adalah dengan memindahkan dengan MOVE TOOL (tahan dan seret foto dari suatu  jendela lalu masukkan ke jendela lain dengan  melepaskan seretan tadi). Saya contohkan jendela 2 dan 3 digabungkan ke jendela 1.


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWfThvOlLbPtz3JMkuRTQD6gJwbhMAtjKPOuVwcLCeIKa1ReySdxvv86lUqX00oxetrTamohcB9EfwsG50GA32YKNbmv1nY0fdUeHF4J9zEOBhLK2SlVvdxIUlYlNqsq5JTALR1rf4tdz6/s320/move+tool.jpg

Hasilnya

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA7lPCAY78kqPN0X6mG4X_ysw3Sno77X_vvyRRa2t70vIgqFIIWn4psCWK4i3dWYbaLinw5JgLUySny_Rn212gjQPkDjmCMGkjkNvsB7cbdM-iH868lKP9-UuzHqklZUZWrRIw6Nb0RukC/s320/1.jpg


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvN962_rMzzEa2O3-M_2qAGljjGJ9Ewnxo_UPL-x-scvnQIThoy7MXDS2BBCC6ab2oQD9BRKENH6iQ7H7Krm-hWVEQUv-ovAshIVtgNBEjIc5v2ybWjoxijZOisNyLBNruSvzs88elf9M7/s1600/6.jpg

5. langkah selanjutnya adalah menyamarkan foto untuk mempermudah menghapus bagian yang tidak dipakai. Caranya dengan pada salah satu layer blending mode yang tadinya NORMAL ganti menjadi SCREEN.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmskyU2GLbWMSrIIomMmVLTqUBL9xAbUYkjWLWY277E4o9Aq98Zs-QPeEVK0RU-sTSpUkphkHgxtXdkDnoQGakgeH-ahCbbGB-FpKqhnlzbZbGUumx6SPgdPVLquLhFLcovzbX7U8d_JJZ/s320/3.jpg

Hasilnya

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaYyLQ9Z2rjFVAa9DuZ7_EYSfReLYoqIDaIOrhiWTezqGDj0IPn2XHBdjhAA5mOeecREls4y-akmF2xPayLxsOSX9POOoSC-bVSc2MRN3ks3NdtwubSjBzhIr3S_TAn2qFIL0_3Ljey_oL/s320/2.jpg

6. Pada setiap layer hapuslah bagian yang tidak penting hapuslah selain gambar orangnya atau utuhkan gambar orangnya. Dengan cara: bisa menggunakan ERASER TOOL (langsung hapus obyek yang tidak dipakai) atau POLYGONAL LASSO TOOL (seleksi dulu bagian yang akan di hapus).


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpKtWiXS5k4nOb5ok-kO3Re_dMoGQZP3cMpfMk1-Uw8OluxJhAbXsypYSZdpGROWCG_VB0DWT957n1f6MlpR1YwCcHOKt7t5zgWQp5EYdvK2O4jZ1lwA14uzuXlI4_O8yjYjagEvL2Q3o6/s320/4.jpg

Contohnya

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk8Ru3TUkzGceU0-1Cd_8hgPT1-vXIycPbc9ugCa5OFDXEX6drw80NamhRtTCJZYk7KwrbxMawRMoloBMMhg_DETVJrlT37M2AQNXOJP2T1FW7uyMS90X_0gkA0UbQgL2R8AzZ_CaA1Job/s320/5.jpg


7. Nah? setelah menghapus bagian yang tidak dipakai ubah mode blending layer yang tadi SCREEN ubah seperti pada awal pertama tadi menjadi NORMAL kembali. berikan sentuhan BLUR pada hasil potongan atau hapusan gambar tadi agar efek menggandakan diri anda terlihat nyata.


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjps2_0zHKrD_p3262iITUAVhWY2OrjqZbVDLmEas3Zoe2td3-oqmqobP6n6viNEt4VDPQ48WI1t3n_DmYZt7ZnAIvVC7ReHpoGMj3NAHdpi1m1sc-ZGPkPrPciApMAoxVZzyhO_ldzqtlv/s320/najihh.jpg


Selamat mencoba dan sukses selalu! ^-^




Membuat Tattoo Realistis dengan Photoshop

Written by Renra Cikatos
Untuk membuat efek tattoo digital dengan Photoshop, Anda perlu mempersiapkan dulu desain tattoo yang akan Anda gunakan. Anda dapat mencarinya dengan bantuan Google.com.
Description: Tutorial Photoshop Effect, Belajar, Edit, Efek, Foto, photo, Manipulasi, Tool, Teks, Pemula, Menengah, Filter, Download Brush Action Plugin
Langkah pertama, buka kedua file dan drag & drop desain tattoo ke bagian tubuh model. Kemudian ubah blending modenya menjadi multiply dan atur posisi tattoonya menjadi seperti berikut.
Description: Tutorial Photoshop Effect, Belajar, Edit, Efek, Foto, photo, Manipulasi, Tool, Teks, Pemula, Menengah, Filter, Download Brush Action Plugin
Klik Menu Filter > Liquify (Shift+Ctrl+X).
Description: Tutorial Photoshop Effect, Belajar, Edit, Efek, Foto, photo, Manipulasi, Tool, Teks, Pemula, Menengah, Filter, Download Brush Action Plugin
Pada tampilan Liquify, pilih Forward Warp Tool (W) dan sesuaikan bentuk tattoo dengan bagian tangan model. Bila sudah, jangan lupa klik OK.
Description: Tutorial Photoshop Effect, Belajar, Edit, Efek, Foto, photo, Manipulasi, Tool, Teks, Pemula, Menengah, Filter, Download Brush Action Plugin
Klik Menu Image > Adjustments > Levels (Ctrl+L). Pada bagian Output Levels,  geser slider hitam ke kanan hingga memberikan nilai kira-kira 70. Ini akan membuat warna tattoo menjadi tidak terlalu hitam, agar lebih menyesuaikan dengan kulit model yang berwarna cerah.
Description: Tutorial Photoshop Effect, Belajar, Edit, Efek, Foto, photo, Manipulasi, Tool, Teks, Pemula, Menengah, Filter, Download Brush Action Plugin
Sekarang beralih dari Channel RGB ke Channel Red. Masih pada bagian Output Levels, geser lagi slider hitamnya ke kanan hingga memberikan nilai kira-kira 30. Tujuannya, untuk memberikan warna kemerah-merahan pada tattoo sehingga lebih menyatu lagi dengan warna kulit model.
Description: Tutorial Photoshop Effect, Belajar, Edit, Efek, Foto, photo, Manipulasi, Tool, Teks, Pemula, Menengah, Filter, Download Brush Action Plugin
Lakukan masking pada bagian tattoo untuk memberikan sedikit transparansi pada bagian tattoo yang berbackground kulit model dengan highlight yang lebih cerah. Caranya, klik ikon Add layer mask dan sapukan Brush Tool (B) dengan warna hitam ke bagian tattoo yang berbackground kulit model dengan highlight yang lebih cerah. Gunakan brush dengan opacity kira-kira sebesar 50%.
Description: Tutorial Photoshop Effect, Belajar, Edit, Efek, Foto, photo, Manipulasi, Tool, Teks, Pemula, Menengah, Filter, Download Brush Action Plugin
Dan saya mendapatkan hasil akhir seperti ini. Goodluck!
Description: Tutorial Photoshop Effect, Belajar, Edit, Efek, Foto, photo, Manipulasi, Tool, Teks, Pemula, Menengah, Filter, Download Brush Action Plugin

Efek Dance Ray

Publish: 3 Juli 2011 | Author & Copyright: Renra | Status: FREE tutorial

Well, kembali ke Photoshop! Di Tutorial Photoshop ini, saya ingin sedikit berbagi kepada pembaca mengenai trik dasar membuat Lighting Effect pada sebuah foto. Okey, Untuk lebih lengkapnya akan saya jelaskan step by step sebagai berikut:

1. Tahap pertama adalah pemilihan sebuah foto yang akan kamu gunakan. Gunakan saja foto kamu sendiri atau boleh juga dengan menggunakan foto “Dance” di bawah ini. Kalau gitu, save dulu deh fotonya...
Description: image ilmugrafis.com

2. Kemudian buka foto yang tadi kamu save kedalam Photoshop melalui perintah Menu File > Open. Setelah fotonya berada dalam Photoshop, klik-ganda layer background untuk mengubah layer background menjadi layer biasa. Kamu juga dapat mengganti nama layernya misalnya saja layer “Dance”
Description: image ilmugrafis.com

3. Sekarang kamu hapus background dari foto tersebut. Kamu dapat melakukannya dengan memilih Eraser Tool (E) pada toolbox dan menyapukannya ke area background foto.
Description: image ilmugrafis.com

4. Buatlah layer baru dengan mengklik icon Create a new layer dan posisikan layer baru tersebut di bawah layer “Dance”. Beri nama layer tersebut “Black Background”.
Description: image ilmugrafis.com
perpaduan tombol Shift+F5 pada keyboard untuk menampilkan kotak dialog Fill. Saat kotak dialog Fill tampil, pilih Black pada bagian Use. Dan klik OK.
Description: image ilmugrafis.com

Sehingga background fotonya sekarang menjadi warna hitam.
Description: image ilmugrafis.com

5. Sekarang beralih kepada layer “Dance”. Pilih Menu Layer > Layer Style > Outer Glow.
Pada kotak dialog Layer Style bagian Outer Glow, sesuaikan nilai opacity dan sizenya seperti ilustrasi berikut.
Description: image ilmugrafis.com

Coba kamu lihat hasilnya! Hmm tapi ini belum selesai, masih banyak lagi yang mesti kita lakukan Lagi.
Description: image ilmugrafis.com
Tekan tombol “D” kemudian tekan juga tombol “X” pada keyboard untuk memberikan warna putih pada Foreground Color.

6. Kemudian pilih Ellips Tool (U) dan buatlah sebuah lingkaran. Posisikan layer “Shape 1” diantara layer “Dance” dan layer “Black Background”. Dan kurangi nilai Opacitynya menjadi 50%.
Description: image ilmugrafis.com

Duplikat layer “Shape 1” sebanyak 3 kali dengan cara menekan perpaduan tombol Ctrl+J pada keyboard. Dan atur letak ke-4 objek lingkaran tersebut seperti berikut.
Description: image ilmugrafis.com

7. Buatlah layer baru dengan mengklik icon Create a new layer dan posisikan layer tersebut tepat di bawah layer “Dance”. Beri nama layer tersebut “Grunge”.
Description: image ilmugrafis.com

8. Pilih Brush Tool (B) pada toolbox dan di sini saya akan menggunakan jenis brush “Flow and Grunge”. Silahkan download dulu brushnya disini
Description: image ilmugrafis.com

9. Dan sapukan brushnya di layer “Grunge” yang kita telah buat sebelumnya.
Description: image ilmugrafis.com

10. Buat lagi layer baru dengan mengklik icon Create a new layer dan posisikan layer tersebut di atas layer “Dance”. Beri nama layer tersebut “Line”.
Description: image ilmugrafis.com

11. Pilih Brush Tool (B) pada toolbox. Gunakan jenis Brush yang berbentuk bulat. Dan berikan nilai 6px untuk Size dan 100% untuk Hardnessnya.
Description: image ilmugrafis.com

12. Pilih Pen Tool (P) pada toolbox. Dan buatlah garis path seperti ini.
Description: image ilmugrafis.com

13. Klik kanan pada Canvas Image dan pilih Stroke Path.
Description: image ilmugrafis.com

Pada kotak dialog Stroke Path, pilih Brush pada bagian Tool. Dan klik OK.
Description: image ilmugrafis.com

14. Lalu tekan enter untuk menghilangkan garis pathnya. Dan lihat hasilnya.
Description: image ilmugrafis.com

15. Pastikan layer “Line” masih dalam keadaan aktif.
Sekarang pilih Menu Layer > Layer Style > Outer Glow.
Pada kotak dialog Layer Style bagian Outer Glow, sesuaikan nilai opacity dan sizenya seperti ilustrasi berikut.
Description: image ilmugrafis.com

Coba hasilnya, garis yang kamu buat tadi menjadi seolah-olah tampak bercahaya. Keren yah? Eits, tapi ini belum selesai. Mari kita lanjutkan.
Description: image ilmugrafis.com

16. Pilih Eraser Tool (E) dan hapuslah sebagian garis yang ditunjukan oleh anak panah pada gambar berikut agar garis tersebut tampak melingkari tubuh si Dancer.
Description: image ilmugrafis.com

Untuk yang terakhir, buat lagi layer baru dengan mengklik icon Create a new layer dan posisikan layer tersebut di atas layer “Line”.
Beri nama layer tersebut “Light”.
Description: image ilmugrafis.com

17. Pilih Brus Tool (B) yang bersisi lembut atau Brush yang nilai Hardnessnya sebesar 0%. Buat semacam bola cahaya dengan warna biru dan orange.
Description: image ilmugrafis.com

18. Pilih Menu Filter > Blur > Gaussian Blur
Description: image ilmugrafis.com

Dan berikan nilai Radius sebesar 25px. Jangan lupa klik OK.
Description: image ilmugrafis.com

Tadaa! Hasil akhirnya adalah seperti ini. Oh ya, kamu juga dapat menambahkan objek-objek lainnya agar lebih menarik.
Be creative designers and good luck!
Description: image ilmugrafis.com

Kamis, 05 Desember 2013

laporan particle density



 Laporan praktikum dasar-dasar
   Ilmu tanah
             
LAPORAN PARTICLE DENSITY

 NAMA               : PUTU EKA IRAWAN
                                    NIM                   : G111 13 513
                                    KELOMPOK    : 15








LABORATORIUM ILMU TANAH
JURUSAN ILMU TANAH
FAK.PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
201I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Salah satu cara mengutarakan berat tanah adalah yang di sebut particle density. Dapat didefenisikan sebagai berat suatu volume kepadatan tanah. Jelasnya yang dimaksud tanah disini adalah volume tanah saja, jadi tidak termasuk volume ruang-ruang yang terdapat antara partikel (ruang pori).
Tanah yang terbentuk di permukaan bumi baik secara langsung maupun tidak langsung berkembang dari mineral batu-batuan. Semua itu terjadi dengan melalui proses pelapukan baik fisik maupun kimia dengan bantuan atmosfer.
Kandungan bahan mineral sangatlah mempengaruhi berat jenis butiran dari tanah. Berat dari satuan-satuan volume fase tanah dapat didefenisikan sebagai berat jenis butiran atau particle density. Volume yang dimaksudkan adalah volume tanah sendiri tanpa  memperhitungkan pori-pori tanah.
Kondisi fisik tanah sangat menentukan aerase, drainase, dan nutrisi tanaman. Sifat fisik tanah juga berpengaruh oleh sifat kimia dan biologi tanah, di mana sifat-sifat fisik tanah tergantung pada jumlah, ukuran, bentuk, susunan, dan komposisi mineral dari partikel-partikel tanah, macam dan jumlah bahan organik, volume dan bentuk pori-pori pada waktu tertentu.
Beberapa sifat fisik yang sangat penting adalah Bulk Density, Particle Density, dan Porositas. Bahan organik memperkecil berat isi tanah karena bahan organik jauh lebih ringan daripada bahan mineral. Di samping itu bahan organik tanah dapat memperbesar porositas tanah.
Particle Density tiap jenis tanah yaitu konstan dan tidak bervariasi dengan jumlah ruang antara partikel-partikel porositas. Perbedaan kerapatan zarah atau partikel di antara jenis-jenis tanah tidak terlalu besar, kecuali terdapat variasi yang besar di dalam kandungan bahan organik dan komposisi dari mineral tanah.
Particle Density dapat menggambarkan partikel-partikel tanah. Hal tersebut bergantung dari berat partikel tanah dan perhitungan volumenya. Berat jenis butiran itu mengandung mineral atau bahan organik. Di samping itu, penting juga diketahui dalam menetapkan gerak air dalam tanah, di mana porositas berhubungan dengan permeabilitas untuk menentukan gerak air.
Berdasarkan uraian di atas maka penting dilakukan percobaan terhadap pengamatan partikel density pada tanah perkebunan sehingga dapat diketahui partikel-partikel tanah yang terkandung dan jenis tanaman yang cocok untuk jenis tanah tersebut.
1.2. Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum Particle Density adalah untuk menentukan nilai Particle Density pada sampel tanah Alfisol.
Kegunaan dari praktikum Particle Density adalah untuk mengetahui pengolahan tanah lebih lanjut serta penentuan varietas tanaman apa saja yang dapat ditanam pada daerah (tanah) tersebut.


II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Partikel Density
Particle Density adalah berat suatu volume kepadatan tanah. Jelasnya yang dimaksud dengan tanah disini adalah volume tanah saja, jadi tidak termasuk volume ruang-ruang yang terdapat diantara partikel (ruang pori).Tanah mineral mempunyai Particle Density = 2,65 g/cm3. Dengan mengetahui besarnya Bulk Density dan Particle Density maka dapat dihitung banyaknya pori-pori total tanah (Hardjowigeno, 2003).
Menentukan Particle Density tanah harus memperhatikan pada partikel-partikel tanah. Untuk kebanyakan tanah mineral-tanah mineral, rata-rata Particle Densitynya adalah 2,65 gr/cm3. Perbedaan Particle Density di antara jenis-jenis tanah tidak begitu besar, kecuali terdapat variasi yang besar di dalam kandungan bahan organik dan komposisi mineral tanah (Hakim, 1986).
Dalam menentukan Particle Density, pertimbangan diberikan kepada partikel padat saja. Jadi, Particle Density adalah konstan dan tidak bervariasi dengan jumlah ruangan antar partikel. Kerapatan ini didefinisi sebagai massa (bobot) per unit volume partikel tanah (kerapatan tanah) dan sering dinyatakan sebagai gram per sentimeter kubik. Untuk banyak tanah mineral, kerapatan partikel akan mempunyai rata-rata sekitar 2,6 gram per sentimeter kubik. Kerapatan ini sangat tidak beranekaragam dalam kandungan bahan organik atau komposisi mineral (Foth, 1994).
Karena berat bahan organik lebih kecil dari berat benda padat tanah mineral yang lain dalam volume yang sama, jumlah bahan organik dalam suatu tanah jelas mempengaruhi kerapatan butir. Akibatnya, tanah permukaan biasanya kerapatan butirnya lebih kecil dari subsoil. Topsoil yang banyak mengandung bahan organik kerapatan butirnya menurun sampai 2,4 (Buckman dan Brady, 1982).
2.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Partikel Density
Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi proses particle density yaitu kadar air , tekstur tanah , stuktur tanah,  topografi dan bahan organik ,kelima faktor ini sangat berpengaruh dalam proses particle density  dan sangat berhubungan erat satu sama lainnya ,dan faktor- faktor ini memiliki peranan yang amat penting .sehingga dapat kita menarik kesimpulan bahwa semua tanpa adanya pengaruh kadar air maka proses particle density tidak berlangsung karena air sanga mempengaruhi volume kepadatan tanah, dan jika partikel density tidak dipengaruhi oleh tekstur dan stuktur maka volume kepadatan tanah tidak kita ketahui karena tanah tersususn oleh fraksi pasir, fraksi liat dan fraksi debu sehingga untuk mengetahui volume kepadatan tanah sangat dipengaruhi oleh tekstur dan sturktur  selain itu kandungan bahan organic di dalam tanah mempengaruhi volume kepadatan tanah. (Hanafiah ,2005).
Tanah yang memiliki kandungan bahan organic yang banyak tentulah sangat berbedah volume kepadatan tanahnya bila dibandingkan tanah yang memiliki  kandungan bahan organic yang sedikit selain itu topografi juga sangat mempengaruhi volume kepadatan tanah jika tanah yang terletak pada topografi yang curam maka kemampuan untuk mengikat air itu lebih rendah dibandingkan tanah yang terletak pada topografi yang datar (Hanafiah ,2005).
2.3.  Hubungan Partikel Density dengan kesuburan tanaman
Peranan yang besar dari nilai partikel density yaitu menjadi salah satu faktor pembatas dari pengolahan tanah suatu lahan pertanian. Dimana partikel density yang terlalu rendah  adalah tidak baik untuk media bercocok tanam. Nilai besaran partikel density dipengaruhi oleh adanya bahan organic, seperti mineral peyusunnya serta komposisi padatan tanah. Tanah yang banyak mengandung bahan organic akan kecil nilai partikel densitynya (Kemas, 2007).
Particle density sangatlah mempengaruhi pertumbuhan tanaman, semakin kecil nilai particle density maka makin sedikit ruang pori suatu jenis tanah yang secara otomatis mempengaruhi aktivitas tanaman dalam mencari unsur hara dalam tanah. (Anonim 2011)









III. METODOLOGI
3.1. Tempat dan Waktu
Praktikum Particle Density dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin Makassar pada hari Kamis, 21 November 2013, pada pukul 15.30 WITA – selesai.
3.2. Alat dan Bahan
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum Particle Density adalah neraca, labu ukur 100 ml, hot plate, botol semprot.
bahan-bahan yang digunakan Sedangkan pada praktikum Particle Density adalah sampel tanah utuh, aquadest, dan kertas label.
3.3. Prosedur Kerja
Adapun langkah-langkah kerja dari praktikum particle density yaitu :
1.      Timbang labu kosong (x gram)
2.      Isikan tanah kering udara sekitar 50 gram ke dalam labu ukur.
3.      Kemudian timbang beserta labunya dan koreksi dengan kadar lengas tanahnya (Y= bobot labu kosong + tanah kering oven)
4.      Tambahkan air kurang lebih setengahnya sambil membilas tanah yang menempel di leher labu.
5.      Untuk mengusir udara yang terjerat didalam tanah, labu dididihkan beberapa menit
6.      Dinginkan labu beserta isinya sampai mencapai suhu ruangan, kemudian tambahakan air dingin yang telah didihkan sampai batas volume, lalu timbang
(Z gram)
7.       Keluarkan isi labu ukur, cuci, kemudian isi dengsn air dingin yang telah didihkan sampai batas volume. Timbang (A gram) atau (no 7) tidak usah dilakukan bila labu ukurnya telah diketahui ukuran volumnya, misal 100 ml dengan merubah rumus berat jenis.
8.       Menghitung Particle Density dengan persamaan :
PD/BJ (gr.cm-3) = 
KETERANGAN :            Y = berat labu kosong + tanah kering oven
                                          X = berat labu kosong (vol.labu 100 ml)
                                          Z = berat labu berisi (tanah + air) sampai garis batas
                                          A = berat labu air dingin, sampai garis batas
                                          d = kerapatan air pada saat pengamatan =1




IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Adapun hasil yang diperoleh berdasarkan praktikum Particle Density adalah sebagai berikut.
Tabel 6: Data Perhitungan Nilai Particle Density pada tanah Alfisol.
Jenis Tanah
Particle Density (gr/cm3)
Sampel tanah utuh (lapisan I)
3,07 gr/cm3
  Sumber : Data Primer setelah Diolah,2013.
4.2. Pembahasan
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, tanah sampel memiliki nilai Particle Density sebesar 3,07 gr/cm3. Hal ini disebabkan karena kandungan bahan organik tanah tersebut tinggi, karena semakin besar bahan organik suatu tanah, maka nilai Particle Densitynya semakin rendah. Hal ini sesuai dengan pendapat Buckman dan Brady (1982) yang menyatakan bahwa karena berat bahan organik lebih kecil dari berat benda padat tanah mineral yang lain dalam volume yang sama, jumlah bahan organik dalam suatu tanah jelas mempengaruhi kerapatan butir. Akibatnya, tanah permukaan biasanya kerapatan butirnya lebih kecil dari sub soil.Top soil yang banyak mengandung bahan organik kerapatan butirnya menurun sampai 2,4 atau bahkan lebih rendah. Jadi, apabila suatu tanah seperti pada tanah sampel  memiliki nilai Particle Density yang rendah, maka bahan organik yang dikandungnya tinggi.
Tanah ini juga memiliki teksutur yang halus. Hal ini sesuai dengan pendapat Foth (1994) yang menyatakan bahwa Particle Density dipengaruhi oleh tekstur tanah. Semakin halus tekstur suatu tanah, maka semakin tinggi pula nilai Particle Densitynya dan sebaliknya, semakin kasar tekstur suatu tanah, maka Particle Densitynya semakin rendah.
Kadar air dari tanah ini pun baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Hardjowigeno (2003) yang berpendapat bahwa semakin baik kadar air dari suatu tanah maka kandungan bahan organik dan mineral tanahnya juga akan semakin banyak sehingga nilai Particle Densitynya rendah.
           












V. SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Pada lapisan profil tanah utuh memiliki nilai Particle Density sebesar 3,07 gram/cm3.
2.      Faktor – faktor yang mempengaruhi proses particle density yaitu kadar air , tekstur tanah , stuktur tanah,  topografi dan bahan organic serta pengolahan tanah.Makin tinggi kepadatan tanah maka tinggi bulk density-nya dan juga tanah organiknya yang lebih rendah dari pada tanah mineralnya.
5.2. Saran
Berdasarkan dari pengamatan yang telah dilakukan, tanah tersebut memiliki nilai Particle Density yang tinggi sehingga kurang cocok untuk pertanian. Jadi, sebaiknya tanah tersebut diolah secara intensif, yaitu dengan penambahan pupuk kandang dalam jumlah yang besar dan penambahan rumput bluegrass karena penambahan pupuk dalam jumlah besar tersebut merendahkan kerapatan massa tanah.





DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2011. http://www.scribd.com/doc/57926062/Laporan-Particle-Density.    Diakses pada tanggal 8 November 2011, Makasar.

Buckman dan Brady, 1982. Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara, Jakarta

Foth, Hendry D., 1994. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Erlangga, Gajah Mada University Press, Yogyakarta

Hakim, N., M. Yusuf Nyakpa, A. M. Lubis, Sutopo Ghani Nugroho, M. Amin Diha, Go Ban Hong, H. H. Bailey, 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung, Lampung
Hanafiah. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah .PT Rajagrafindo:  Jakarta.
Kemas . 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Erlangga. Jakarta
Hardjowigeno, H. Sarwono., 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Pressindo, Jakarta.












LAMPIRAN


Perhitungan Particle Density pada tanah Alfisol

Dik : berat labu kosong + tanah kering oven (y) = 106
         berat labu kosong (vol.labu 100 ml) (x) = 55,8
        berat labu berisi (tanah + air) sampai garis batas (z) = 171
       berat labu air dingin, sampai garis batas (a) =184,2
       kerapatan air pada saat pengamatan =1 (d) = 1
Penyelesaian :

                  PD/BJ (gr.cm-3) = 
                  PD/BJ (gr.cm-3) =
                 PD/BJ (gr.cm-3) =


          
           
                       
      











Rabu, 04 Desember 2013

Minggu, 01 Desember 2013

apakah pendapat anda tentang blog ini?

RAMALAN CUACA

pendaftaran FMA

Powered byEMF HTML Contact Form

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Recent Posts

Social Media Sharing by CB Bloggerz

facebook

twitter